Sultra Waspadai Lonjakan HIV/AIDS

  • 03 Mei 2026 17:52 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menaruh perhatian serius terhadap perubahan pola penyebaran HIV/AIDS setelah mencatat 123 kasus baru sepanjang Januari-Maret 2026. Fokus utama kini pada tingginya mobilitas penduduk dan pergeseran kelompok dominan penularan dari pekerja seks perempuan (PSK) ke Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, M.Kes., mengungkapkan perubahan signifikan ini berdasarkan data triwulan I 2026. "Kalau sebelumnya didominasi pekerja seks perempuan, sekarang bergeser. Data terbaru menunjukkan kasus terbanyak berasal dari homoseksual," ujarnya saat dihubungi di Kendari, Minggu (3/5/2026).

Dua wilayah dengan kasus tertinggi adalah Kota Kendari dan Kota Baubau, yang memiliki mobilitas masyarakat tinggi. Baubau rawan karena aktivitas pelabuhan dan arus penduduk padat, sementara Kendari sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Sultra jadi titik konsentrasi penyebaran. "Mobilitas penduduk cukup tinggi, terutama di sektor tambang. Karena itu, skrining perlu diperkuat agar penularan bisa ditekan," tambah dr. Andi.

Sebagai antisipasi, Dinkes Sultra mendorong seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota untuk intensifkan edukasi masyarakat tentang perilaku berisiko dan deteksi dini HIV/AIDS. Langkah ini diharapkan memutus rantai penularan di tengah dinamika sosial yang berubah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....