Hari Malaria Sedunia: Dunia Masih Hadapi Ratusan Juta Kasus Setiap Tahun

  • 25 Apr 2026 13:00 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Setiap tanggal 25 April, dunia memperingati Hari Malaria Sedunia (World Malaria Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya malaria sekaligus memperkuat komitmen global dalam memerangi penyakit tersebut.

Peringatan ini diinisiasi oleh World Health Organization sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengendalikan hingga mengeliminasi malaria, yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan serius di berbagai belahan dunia, terutama di wilayah tropis.

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Gejala yang ditimbulkan antara lain demam tinggi, menggigil, hingga komplikasi serius yang dapat berujung kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Berdasarkan laporan terbaru World Malaria Report yang dirilis World Health Organization, jumlah kasus malaria secara global masih mencapai angka yang sangat tinggi. Pada tahun 2024, diperkirakan terdapat sekitar 282 juta kasus malaria di seluruh dunia, menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan global.

Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan dan menunjukkan hasil positif. Distribusi kelambu berinsektisida, penyemprotan rumah dengan insektisida, peningkatan akses diagnosis cepat, serta pengobatan yang efektif menjadi strategi utama dalam menekan angka penularan.

Di Indonesia, pemerintah terus menggencarkan program eliminasi malaria secara bertahap di berbagai daerah. Sejumlah wilayah telah berhasil mencapai status bebas malaria, meskipun tantangan masih dihadapi terutama di kawasan timur Indonesia yang memiliki kondisi geografis dan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Momentum Hari Malaria Sedunia juga menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan. Langkah sederhana seperti menggunakan kelambu saat tidur, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala demam menjadi kunci dalam memutus rantai penularan.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, harapan menuju dunia bebas malaria bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....