Caregiver, Dari Tradisi Keluarga Menjadi Profesi Modern

  • 24 Apr 2026 20:58 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Peran caregiver atau pendamping perawatan diketahui telah ada sejak awal kehidupan manusia, jauh sebelum istilah tersebut dikenal secara luas. Pada masa lalu, tanggung jawab merawat orang sakit, lansia, maupun anggota keluarga yang tidak mampu mandiri dilakukan secara alami dalam lingkungan keluarga.

Perkembangan signifikan mulai terjadi pada abad ke-19 seiring kemajuan ilmu kesehatan modern. Tokoh seperti Florence Nightingale memperkenalkan sistem perawatan yang lebih terstruktur, termasuk standar kebersihan dan pelatihan tenaga medis. Sejak saat itu, aktivitas merawat mulai berkembang dari sekadar kewajiban keluarga menjadi bagian dari profesi kesehatan. Memasuki abad ke-20, terutama pasca perang dunia, kebutuhan akan tenaga perawatan meningkat tajam. Banyaknya korban perang dan meningkatnya jumlah pasien dengan penyakit kronis mendorong lahirnya peran pendamping perawatan yang lebih khusus, baik dalam bentuk tenaga medis maupun non-medis.

Istilah caregiver mulai populer di negara-negara Barat pada dekade 1970–1980-an, seiring meningkatnya perhatian terhadap perawatan lansia dan penyakit degeneratif seperti Alzheimer's disease. Peran caregiver pun berkembang tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga mencakup dukungan emosional dan sosial.

Di era modern, keberadaan caregiver menjadi semakin penting seiring perubahan struktur keluarga dan meningkatnya angka harapan hidup. Caregiver kini terbagi menjadi dua kategori, yakni informal yang berasal dari keluarga, serta profesional yang memiliki keterampilan dan pelatihan khusus.

Dengan perkembangan tersebut, caregiver tidak lagi dipandang sebagai peran sederhana, melainkan sebagai bagian penting dalam sistem perawatan yang mendukung kualitas hidup masyarakat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....