Rahasia Menguap Menular Menurut Penjelasan Ilmiah
- 23 Apr 2026 05:23 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Fenomena ikut menguap saat melihat orang lain menguap ternyata bukan sekadar kebiasaan biasa. Para ilmuwan menyebut kondisi ini sebagai contagious yawning atau menguap menular, yaitu reaksi spontan ketika seseorang melihat, mendengar, bahkan memikirkan orang lain sedang menguap. Peristiwa ini sering terjadi dalam lingkungan pertemanan, keluarga, maupun kelompok yang memiliki kedekatan sosial.
Sejumlah penelitian dalam jurnal Current Biology menjelaskan bahwa menguap menular berkaitan erat dengan empati dan kemampuan seseorang memahami kondisi orang lain. Semakin dekat hubungan emosional antarindividu, semakin besar kemungkinan reaksi menguap itu muncul. Hal ini menunjukkan bahwa otak manusia memiliki kecenderungan meniru respons sosial di sekitarnya.
Para peneliti juga menemukan bahwa bagian otak yang berhubungan dengan mirror neurons ikut aktif saat seseorang melihat orang lain menguap. Sistem saraf ini berfungsi membantu manusia meniru gerakan, ekspresi, dan emosi orang lain. Karena itu, menguap menular dianggap sebagai salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang alami.
Selain terkait empati, menguap dapat membantu mengatur suhu otak dan menjaga kewaspadaan tubuh. Menguap bisa menjadi mekanisme biologis untuk menyegarkan kerja otak. Jadi, saat melihat teman menguap lalu ikut menguap, itu bukan kebetulan, melainkan tanda bahwa manusia saling terhubung secara sosial dan biologis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....