Ikan Asin Pencetus Kanker, Kok Bisa?

  • 22 Apr 2026 16:01 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari — Ikan asin sudah lama jadi lauk favorit banyak orang Indonesia. Rasanya gurih dan cocok disantap dengan sambal serta nasi hangat. Tapi di balik kelezatannya, ada hal yang perlu mulai diperhatikan.

Berdasarkan kajian dari International Agency for Research on Cancer (IARC), ikan asin masuk dalam kelompok karsinogen Grup 1. Artinya, ada bukti ilmiah kuat bahwa konsumsi makanan ini bisa meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Kategori ini bukan main-main, karena satu kelompok dengan daging olahan seperti sosis, ham, dan bacon, serta paparan lain seperti rokok dan alkohol.

Penelitian yang dilakukan IARC mengamati ikan asin yang diawetkan dengan metode tradisional, seperti dikeringkan dan diberi garam. Proses ini dapat memicu terbentuknya senyawa kimia seperti nitrosamin, yang diketahui berkaitan dengan risiko kanker.

Salah satu jenis kanker yang sering dikaitkan adalah kanker nasofaring, yaitu kanker di area belakang hidung dan atas tenggorokan. Risiko ini bisa meningkat jika ikan asin dikonsumsi terlalu sering dalam jangka panjang.

Meski begitu, ikan asin bukan berarti sepenuhnya “buruk”. Makanan ini tetap mengandung protein tinggi serta mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Hanya saja, kadar garamnya memang sangat tinggi sehingga perlu dibatasi.

Di Indonesia sendiri, jenis ikan asin sangat beragam, mulai dari teri, jambal, peda, hingga sepat. Cara mengolahnya pun sederhana, biasanya digoreng lalu disantap dengan lalapan dan sambal.

Agar lebih aman, ada tips sederhana dari RRI Kendari yang bisa kamu lakukan:

  • Rendam ikan asin dengan air panas sekitar 10–15 menit
  • Bisa juga dicuci menggunakan air beras
  • Tambahkan tepung saat menggoreng untuk mengurangi rasa asin

Meski masih bisa dinikmati, konsumsi ikan asin sebaiknya tidak berlebihan. Menjaga pola makan seimbang, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi makanan tinggi garam bisa jadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko kesehatan di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....