Bahaya Tak Terlihat dari Media Sosial
- 03 Apr 2026 20:41 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Fenomena penggunaan media sosial yang semakin masif di era digital saat ini membawa dampak yang tidak selalu terlihat secara langsung. Di balik kemudahan berkomunikasi dan berbagi informasi, terdapat berbagai risiko tersembunyi yang dapat memengaruhi kesehatan mental, pola pikir, hingga hubungan sosial penggunanya. Bahaya ini kerap luput dari perhatian karena tidak menimbulkan dampak fisik yang kasat mata.
Salah satu dampak yang sering terjadi adalah munculnya perasaan cemas dan rendah diri akibat paparan konten yang tidak realistis. Standar kehidupan yang ditampilkan di media sosial seringkali telah melalui proses kurasi dan penyuntingan, sehingga memicu perbandingan sosial yang tidak sehat. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan diri, terutama pada kalangan remaja dan pengguna aktif.
Menurut Dr. Anisa Rahmawati, M.Psi, Psikolog dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat memicu gangguan kesehatan mental. “Paparan konten yang terus-menerus tanpa jeda bisa membuat individu mengalami overstimulasi, yang pada akhirnya memicu kecemasan, stres, bahkan depresi ringan hingga berat,” ujarnya dalam wawancara dengan Kompas Health.
Selain itu, media sosial juga berpotensi menimbulkan kecanduan digital yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup. Banyak pengguna tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir layar tanpa tujuan yang jelas. Hal ini tidak hanya mengganggu waktu istirahat, tetapi juga mengurangi interaksi sosial secara langsung di dunia nyata.
Hal senada disampaikan oleh Rudi Hartono, S.Kom., M.I.Kom, pakar komunikasi digital dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia menekankan pentingnya literasi digital dalam menghadapi arus informasi yang deras. Masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk mengelola konsumsi media sosial secara bijak, termasuk memilah informasi dan membatasi waktu penggunaan agar tidak berdampak negatif dalam jangka panjang. (dikutip dari laporan CNN Indonesia).
Dengan memahami bahaya tak terlihat dari media sosial, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakannya. Kesadaran untuk menjaga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata menjadi kunci agar manfaat media sosial tetap dapat dirasakan tanpa mengorbankan kesehatan mental dan kualitas hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....