Pentingnya Move On Pasca Patah Hati Demi Kesehatan

  • 28 Feb 2026 17:10 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Patah hati sering dianggap sebagai bagian wajar dari perjalanan cinta. Namun dibalik ungkapan cuma soal perasaan, terdapat dampak psikologis yang nyata dan tidak jarang mengganggu kesehatan mental seseorang. Ketika hubungan berakhir, individu tidak hanya kehilangan pasangan, tetapi juga harapan, rencana masa depan, dan rasa aman yang selama ini dibangun bersama.

Direktur RSU Aliyah II Kendari dr.Moh. Afif Nashrullah, MARS M.Biomed mengungkapkan, secara psikologis patah hati memicu respons stres dalam tubuh. Otak melepaskan hormon stres seperti kortisol yang dapat memengaruhi pola tidur, nafsu makan, dan konsentrasi. Tak heran jika seseorang yang baru saja putus cinta kerap mengalami insomnia, kehilangan selera makan, mudah lelah, atau sulit fokus dalam bekerja maupun belajar. Dalam kondisi tertentu, perasaan sedih yang mendalam bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan atau bahkan depresi.

"Ada fenomena yang dikenal sebagai Broken heart syndrome, tekanan emosional berat bisa berdampak pada kondisi fisik. Walaupun jarang, sindrom ini bisa jadi bukti bahwa luka emosional tidak hanya dirasakan secara batin, tetapi juga bisa memengaruhi organ tubuh seperti jantung," kata dr.Moh.Afif Nashrullah,MARS M.Biomed di RRI Pro 2 Kendari saat menjadi Narasumber program acara Selamat Pagi Teman Pro 2, Sabtu, 31 Januari 2026.

Penting untuk menyadari bahwa patah hati bukan sekadar drama atau kelemahan pribadi. Memberi ruang bagi diri sendiri untuk berduka, berbicara dengan orang terpercaya, serta mencari bantuan profesional bila gejala berlangsung lama adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan mental. Dengan dukungan yang tepat, luka emosional dapat pulih, dan individu dapat kembali membangun kepercayaan diri serta harapan yang baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....