Kopi tanpa Gula, Tren Baru Pecinta Kopi

  • 28 Feb 2026 14:08 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Tren menikmati kopi tanpa gula kini semakin populer di kalangan pecinta kopi, khususnya generasi muda. Jika dulu kopi identik dengan rasa manis yang kuat, kini banyak orang mulai beralih menikmati cita rasa asli biji kopi tanpa tambahan pemanis. Perubahan selera ini bukan sekadar gaya hidup, tetapi juga bagian dari kesadaran akan kesehatan dan apresiasi terhadap kualitas kopi itu sendiri.

Menikmati kopi tanpa gula membuat penikmatnya lebih peka terhadap karakter rasa yang terkandung dalam setiap jenis biji kopi, mulai dari tingkat keasaman, body, hingga aroma khasnya. Menurut Andi Pratama, Barista sekaligus Trainer Kopi dari Komunitas Kopi Nusantara, Ketika kita minum kopi tanpa gula, kita benar-benar bisa merasakan profil rasa aslinya. Ada yang fruity, nutty, hingga chocolaty. Gula justru sering menutupi kompleksitas rasa tersebut. Ia menambahkan, tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menghargai proses dan kualitas biji kopi yang digunakan.

Selain faktor rasa, alasan kesehatan juga menjadi pendorong utama tren ini. Mengurangi konsumsi gula dinilai mampu membantu menjaga berat badan serta menurunkan risiko penyakit metabolik. Dr. Rina Mulyani, Ahli Gizi dari Rumah Sakit Mitra Sehat Jakarta, menjelaskan, Mengurangi gula tambahan dalam minuman harian seperti kopi adalah langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan. Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes dan gangguan metabolik. Karena itu, kopi tanpa gula dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat bagi penikmat kopi.

Tren kopi tanpa gula juga tidak lepas dari berkembangnya budaya ngopi di kafe-kafe modern yang lebih mengedepankan edukasi tentang origin dan proses roasting. Banyak barista kini menganjurkan pelanggan untuk mencicipi kopi tanpa gula terlebih dahulu sebelum menambahkan pemanis. Hal ini menjadi bagian dari pengalaman menikmati kopi secara utuh dan lebih mindful.

Menikmati kopi tanpa gula bukan sekadar tren sesaat, melainkan pergeseran pola konsumsi yang lebih sadar rasa dan kesehatan. Dengan memahami karakter kopi serta dampak konsumsi gula berlebih, masyarakat kini memiliki pilihan yang lebih bijak dalam menikmati secangkir kopi. Tren ini pun diprediksi akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan apresiasi terhadap kualitas kopi lokal maupun

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....