Jangan Asal Beli, Kenali Ciri Takjil Berbahaya
- 28 Feb 2026 06:23 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Menjelang waktu berbuka puasa, berburu takjil sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari masyarakat kita. Namun, di balik tampilannya yang menggugah selera, kita dituntut untuk lebih selektif. Mengonsumsi takjil yang sembarangan bukan hanya merusak manfaat puasa, tapi juga bisa berisiko fatal bagi kesehatan.
Menurut laporan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), temuan bahan berbahaya pada pangan buka puasa sering kali mencakup zat non-pangan seperti Formalin, Boraks, serta pewarna tekstil (Rhodamin B dan Methanyl Yellow. Zat-zat ini bersifat karsinogenik yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan organ hati dan ginjal hingga kanker.
Ciri Takjil Mengandung Formalin dan Boraks:
Formalin biasanya digunakan sebagai pengawet mayat, sedangkan boraks digunakan untuk campuran detergen. Jika ditemukan pada makanan seperti mie basah, bakso, atau tahu, kenali cirinya:
- Tekstur Terlalu Kenyal: Mengutip panduan Kementerian Kesehatan RI, makanan yang mengandung boraks atau formalin cenderung memiliki kekenyalan yang tidak alami (sangat membal) dan tidak mudah hancur.
- Daya Tahan Tidak Wajar: Tahu yang mengandung formalin tidak akan rusak atau busuk meski diletakkan di suhu ruangan selama lebih dari 24 jam.
- Aroma Kimia: Seringkali tercium aroma obat yang menyengat, bukan aroma segar bahan pangan dasar.
Waspada Pewarna Tekstil (Rhodamin B & Methanyl Yellow:
Minuman segar atau kue basah dengan warna yang mencolok sering kali menggunakan pewarna pakaian agar lebih menarik. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sering mengingatkan bahwa pewarna ini sangat beracun bagi sistem saraf.
- Warna "Menyala": Takjil dengan warna merah atau kuning yang sangat tajam, berpendar, dan tidak merata biasanya mengindikasikan penggunaan pewarna non-pangan.
- Titik Warna: Perhatikan apakah ada bintik-bintik warna yang tidak terlarut sempurna pada makanan atau minuman.
- Rasa Pahit/Gatal: Makanan dengan pewarna tekstil sering meninggalkan rasa pahit atau sensasi gatal/serak di tenggorokan sesaat setelah dikonsumsi.
Untuk menghindari risiko kesehatan, terapkan langkah-langkah berikut saat berburu takjil:
- Perhatikan Higienitas Penjual: Pastikan tempat berjualan bersih, tidak dekat dengan tempat pembuangan sampah, dan penjual menggunakan penutup makanan agar tidak dihinggapi lalat.
- Cek Kemasan: Hindari takjil yang dibungkus dengan kertas bekas (koran/majalah) atau plastik hitam non-food grade, karena tinta pada kertas dapat bermigrasi ke makanan panas.
- Utamakan Olahan Rumah: Cara paling aman adalah mengolah takjil sendiri di rumah untuk memastikan kualitas bahan baku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....