Magh Kambuh saat Puasa, Ini Solusinya

  • 23 Feb 2026 08:38 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID Kendari - Keluhan magh kerap muncul saat menjalani ibadah puasa, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung. Rasa perih, mual, hingga perut kembung menjadi tantangan tersendiri ketika tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ari Fahrial Syam, seperti dikutip dari Kompas.com, menyebutkan bahwa penderita magh tetap bisa berpuasa selama kondisinya terkontrol dan tidak dalam fase akut. Ia menjelaskan bahwa pola makan yang teratur saat sahur dan berbuka menjadi kunci utama agar asam lambung tidak meningkat berlebihan.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah tidak melewatkan sahur. Sahur membantu menjaga lambung tidak kosong terlalu lama. Pilih makanan yang tidak merangsang produksi asam lambung, seperti nasi, sayur, lauk berprotein, serta hindari makanan terlalu pedas, asam, dan berlemak tinggi. Selain itu, hindari langsung tidur setelah sahur karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Saat berbuka, disarankan untuk memulai dengan makanan ringan dan hangat, lalu beri jeda sebelum menyantap makanan utama. Porsi makan sebaiknya tidak berlebihan agar lambung tidak bekerja terlalu berat dalam waktu singkat.

Bagi penderita magh yang rutin mengonsumsi obat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai penyesuaian jadwal minum obat selama Ramadan. Jika muncul nyeri hebat, muntah terus-menerus, atau gejala semakin berat, sebaiknya segera menghentikan puasa dan memeriksakan diri.

Dengan pengaturan pola makan yang tepat dan pengawasan medis, penderita magh tetap dapat menjalankan puasa dengan aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....