Tips Mengatur Waktu Tidur Selama Bulan Suci Ramadan

  • 20 Feb 2026 10:34 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Perubahan pola aktivitas selama bulan Ramadan sering kali berdampak pada berkurangnya durasi istirahat malam akibat harus bangun lebih awal untuk melaksanakan ibadah sahur. Memasuki pertengahan Februari 2026 ini, masyarakat perlu menerapkan strategi pengaturan waktu tidur yang tepat guna memastikan kebugaran fisik tetap terjaga serta menghindari rasa kantuk berlebih saat beraktivitas di siang hari.

Dikutip dari panduan kesehatan Alodokter, memajukan waktu tidur malam menjadi langkah paling efektif untuk mengganti waktu yang hilang saat sahur. Masyarakat disarankan untuk segera beristirahat setelah melaksanakan salat tarawih dan menghindari kebiasaan begadang untuk hal yang tidak mendesak pada 21 Februari 2026 ini, agar tubuh tetap mendapatkan fase tidur dalam yang cukup untuk proses pemulihan energi secara optimal.

Dilansir dari tips medis Hello Sehat, pemanfaatan waktu istirahat sejenak atau "power nap" di siang hari selama lima belas hingga tiga puluh menit sangat membantu meningkatkan konsentrasi. Tidur singkat di sela waktu istirahat kerja terbukti mampu menyegarkan otak dan menjaga stabilitas suasana hati, sehingga produktivitas tetap terjaga meskipun asupan energi dari makanan dan minuman sedang berkurang selama belasan jam.

Berdasarkan saran dari Kemenkes RI, menghindari konsumsi kafein berlebih seperti kopi atau teh saat berbuka dan sahur juga sangat menentukan kualitas tidur. Kafein dapat menyebabkan efek terjaga lebih lama yang membuat seseorang sulit terlelap kembali setelah sahur, sehingga mengganggu ritme sirkadian tubuh dan memicu timbulnya rasa lemas yang berkepanjangan saat sedang menjalani rutinitas pekerjaan harian.

Menurut spesialis kedokteran tidur dalam ulasan Kompas Health, konsistensi jadwal bangun dan tidur tetap menjadi kunci utama kesehatan mental selama bulan puasa. Dengan menciptakan lingkungan kamar yang nyaman dan tenang, setiap individu dapat memaksimalkan jam tidur yang tersedia, sehingga ibadah Ramadan tahun ini dapat dijalankan dengan penuh semangat tanpa harus mengorbankan kesehatan fisik jangka panjang akibat kurangnya waktu istirahat.

Kedisiplinan dalam mengatur waktu istirahat adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri di bulan yang penuh berkah ini. Dengan pola tidur yang tertata, setiap umat Muslim diharapkan dapat meraih keutamaan ibadah Ramadan dengan kondisi jiwa dan raga yang selalu bugar, ceria, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan di sekitarnya setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....