Cara Sehat Konsumsi Mi Instan Menurut Ahli Gizi
- 14 Feb 2026 13:14 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Mi instan kuah tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan, asalkan diolah dengan cara yang lebih bijak. Mengutip dari artikel Times Indonesia yang ditulis oleh Rizal Dani P, ahli gizi sekaligus anggota Asosiasi Dietisien Indonesia, Diah Maunah, menyarankan beberapa langkah sederhana untuk menekan risiko asupan natrium berlebih.
Salah satu cara paling mudah adalah tidak menggunakan seluruh bumbu bawaan dalam satu kemasan. Diah menjelaskan, pengurangan takaran bumbu bubuk dapat membantu menurunkan kadar garam secara signifikan.
Sebagai pengganti, masyarakat dapat memanfaatkan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, atau cabai segar untuk menjaga cita rasa tetap gurih tanpa tambahan natrium berlebih. Ia juga menyarankan untuk tidak menambahkan saus, kecap, atau camilan asin sebagai pelengkap.
Selain mengurangi bumbu instan, kebiasaan menghabiskan seluruh kuah juga sebaiknya dihindari. Sebagian besar kandungan garam larut dalam kuah, sehingga menyisakan kuah dapat membantu membatasi asupan natrium.
Agar lebih seimbang, mi instan kuah sebaiknya dilengkapi sumber protein seperti telur, ayam, atau ikan. Penambahan protein membantu memenuhi kebutuhan gizi harian dan membuat rasa kenyang lebih tahan lama.
Sayuran juga menjadi komponen penting. Pilihan seperti sawi, kangkung, atau tomat dapat menambah asupan serat sekaligus kalium yang berperan menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh.
Diah turut mengingatkan masyarakat untuk tetap memeriksa label informasi gizi pada kemasan. Beberapa produk yang diklaim lebih sehat, seperti mi panggang atau tanpa MSG, belum tentu rendah natrium. Bahkan, pada beberapa varian, kadar garamnya tetap tinggi.
Ia menegaskan, mi instan sebaiknya dikonsumsi sesekali dan tidak dijadikan menu rutin harian. Dengan modifikasi sederhana, mi instan tetap bisa dinikmati tanpa mengganggu pola makan seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....