Dislipidemia, Ancaman Besar Bagi Penderita Diabetes

  • 06 Feb 2026 19:48 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari — Dislipidemia merupakan kondisi gangguan kadar lemak dalam darah yang sering terjadi pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Kelainan ini ditandai oleh kadar kolesterol jahat (LDL) tinggi, kadar kolesterol baik (HDL) rendah, dan trigliserida yang tidak normal. Kondisi ini bukan sekadar angka di laboratorium, tetapi juga menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan komplikasi lainnya bagi pasien diabetes.

Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan hubungan erat antara dislipidemia dengan diabetes. Sebuah studi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar menemukan bahwa sebagian besar pasien diabetes tipe 2 juga menunjukkan gangguan profil lipid, dengan hubungan yang bermakna secara statistik antara kedua kondisi tersebut.

Dalam upaya penatalaksanaan dislipidemia pada penderita diabetes, pendekatan terapi kombinasi seringkali menjadi pilihan klinis. Penelitian farmakoterapi di Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, mencatat penggunaan obat antidislipidemik seperti fenofibrat dan atorvastatin-inhibitor kolesterol, digunakan bersama dengan terapi insulin atau obat antidiabetes lain untuk membantu mengendalikan kadar lipid sekaligus mempertahankan kontrol glukosa darah.

Terapi kombinasi ini dilakukan karena pada pasien diabetes, mekanisme metabolik yang kompleks sering membuat pengendalian kadar lemak dan gula darah tidak optimal hanya dengan satu jenis obat.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan statin bersama dengan agen lain bisa membantu menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular dan memperbaiki profil lipid secara lebih efektif dibandingkan monoterapi.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip penatalaksanaan holistik terhadap komorbiditas diabetes dan dislipidemia di layanan kesehatan primer dan rumah sakit.

Namun, selain terapi obat, tenaga kesehatan juga menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai bagian tak terpisahkan dari pengelolaan dislipidemia. Perubahan pola makan sehat, pengaturan asupan lemak jenuh dan gula, aktivitas fisik teratur, serta menjaga berat badan ideal menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menurunkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner.

Kesadaran menjaga kesehatan adalah kunci utama. Masyarakat, khususnya mereka yang hidup dengan diabetes atau memiliki risiko tinggi, diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, mengikuti saran medis tentang terapi kombinasi bila dianjurkan, serta menerapkan gaya hidup sehat mulai dari pola makan hingga olahraga. Pencegahan dan pengendalian yang tepat dapat membantu menekan angka komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. (Ananta Setiadi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....