Mengapa Juara Tiga Lebih Puas daripada Juara Dua
- 06 Des 2025 10:22 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Perbedaan ekspresi antara juara dua dan juara tiga sudah lama menjadi perhatian dalam psikologi prestasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa posisi akhir tidak selalu menentukan tingkat kepuasan seseorang.
Penelitian yang dirilis Association for Psychological Science menyebut peraih medali perunggu umumnya menunjukkan respons emosional lebih positif dibanding peraih medali perak. Studi tersebut menegaskan bahwa evaluasi diri terhadap hasil sangat memengaruhi tingkat kebahagiaan.
Menurut temuan itu, atlet peraih medali perak sering terpaku pada kemungkinan untuk meraih medali emas. Sebaliknya, atlet peraih medali perunggu lebih banyak memikirkan kemungkinan tidak mendapat medali sama sekali.
baca: Siaga Banjir, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini
Perbedaan cara membandingkan hasil ini dikenal sebagai counterfactual thinking. Bentuk perbandingan ke bawah membuat peraih perunggu merasa beruntung masih berada di podium.
Sumber lain dari Indian Express menguraikan pola serupa melalui analisis ekspresi wajah atlet pada berbagai ajang internasional. Laporan tersebut menyatakan peraih perak lebih sering menunjukkan tanda ketegangan pascalomba dibanding peraih perunggu yang tampak lebih lega.
Fenomena ini juga terlihat di berbagai kompetisi nonolahraga. Kandungan emosional atas “hampir berhasil” sering lebih berat dibanding rasa lega karena “masih mendapatkan sesuatu.”
Hal ini menunjukkan bahwa respons emosional manusia sangat dipengaruhi harapan pribadi. Semakin besar kesenjangan antara harapan dan hasil, semakin kuat pula rasa tidak puas yang muncul.
Melalui temuan tersebut, masyarakat dapat memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu sejalan dengan posisi terbaik. Cara seseorang memaknai hasil kerap menentukan kepuasan jauh lebih kuat daripada peringkat final.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....