Mata Minus Semakin Parah Karena Kacamata?

  • 28 Jul 2025 15:29 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Pandangan bahwa penggunaan kacamata minus dapat memperburuk kondisi mata masih kerap ditemukan dalam masyarakat. Mitos ini menimbulkan kekhawatiran, bahkan mendorong sebagian individu enggan menggunakan kacamata meski sudah direkomendasikan oleh dokter.

Miopia, atau mata minus, merupakan gangguan refraksi di mana cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina, melainkan di depannya. Akibatnya, objek yang berada pada jarak jauh terlihat buram. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kornea yang terlalu melengkung. Miopia umumnya mulai berkembang pada usia anak-anak atau remaja, dan dapat meningkat seiring pertambahan usia.

Kacamata minus dirancang untuk mengarahkan cahaya agar jatuh tepat pada retina, sehingga membantu individu melihat dengan lebih jelas. Alat ini bekerja sebagai koreksi visual, bukan sebagai faktor penyebab bertambahnya tingkat miopia. Penelitian yang diterbitkan oleh American Academy of Ophthalmology menunjukkan bahwa penggunaan kacamata yang sesuai justru membantu mengurangi ketegangan mata dan menjaga kualitas penglihatan.

Sebaliknya, tidak memakai kacamata saat diperlukan dapat menyebabkan mata bekerja ekstra keras untuk mendapatkan fokus, sehingga memicu kelelahan otot mata. Kelelahan tersebut berpotensi memperburuk penglihatan dalam jangka panjang.

Faktor yang Sebenarnya Memengaruhi Perkembangan Miopia

Bertambahnya minus mata lebih dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan genetik, antara lain:

  • Durasi paparan terhadap layar digital seperti ponsel dan komputer
  • Kurangnya waktu aktivitas di luar ruangan yang mengurangi paparan cahaya alami
  • Kebiasaan membaca dengan pencahayaan minim dan posisi yang tidak ergonomis
  • Riwayat keluarga dengan kondisi serupa

Kesemua faktor tersebut berperan dalam meningkatkan risiko dan progresivitas miopia, bukan penggunaan kacamata itu sendiri.

Guna menjaga kesehatan mata, terutama di tengah gaya hidup modern yang banyak berinteraksi dengan layar digital, langkah-langkah yang dianjurkan sebagai berikut:

  • Mengistirahatkan mata dengan metode 20-20-20: setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 6 meter
  • Memastikan pencahayaan ruangan cukup terang saat bekerja atau membaca
  • Menjadwalkan pemeriksaan mata rutin setidaknya setiap enam bulan
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang mendukung kesehatan mata seperti wortel, bayam, dan ikan berlemak

Kesehatan mata adalah investasi jangka panjang yang sering diabaikan. Penggunaan kacamata bukan penyebab bertambahnya minus, melainkan solusi untuk membantu mata bekerja lebih efisien. Maka dari itu yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga mata agar tetap sehat dan berfungsi optimal. Dengan perubahan kecil namun konsisten, kita bisa mencegah miopia dan menjaga kualitas penglihatan sepanjang hidup. Mata bukan hanya jendela jiwa, tapi juga jendela masa depan yang harus dirawat dengan bijak.

(Penulis: Elhaiza Gq Situmeang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....