Kunci Cegah Stunting Pada Anak
- 06 Okt 2024 13:52 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari : Stunting adalah masalah bangsa yang begitu pelik karena bersifat irreversible. Artinya, kondisi itu tidak dapat diperbaiki, terutama setelah anak mencapai usia dua tahun. Karena itulah kunci utama cara mengatasi stunting pada anak adalah dengan mengetahui pengetahuan tentang cara mencegah Stunting. Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama.
Beberapa cara untuk mencegah stunting antara lain ;
1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
2. Memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
3. Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) sehat
4. Memantau tumbuh kembang anak
5. Menjaga kebersihan lingkungan
Secara fisik, anak bisa dikategorikan stunting, jika tinggi badan atau panjang tubuhnya lebih dari dua standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak Badan Kesehatan Dunia (WHO). Untuk itu, segera waspadai saat berat dan tinggi badan anak tampak melambat atau stagnan dan anak tampak lebih kecil (pendek) dari teman-teman sebayanya. Perhatikan dengan cermat catatan dalam KMS (Kartu Menuju Sehat). Bayi atau anak yang gagal tumbuh memiliki tinggi, berat, dan lingkar kepala yang tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan standar.
Berikut 5 hal kunci Penting mencegah stanting :
1. Berikan ASI
ASI kita ketahui bersama kaya akan kandungan gizi makro dan mikro yang berperan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Bila anak di bawah 6 bulan dicurigai memiliki gejala awal gagal tumbuh, seperti berat badannya yang tidak naik-naik, maka pertumbuhannya harus dikejar dengan menambah intensitas menyusuuinya sehingga pemberian ASI bisa optimal.
2.Imunisasi rutin
mengatasi stunting pada anak dengan memastikan si kecil mendapatkan seluruh rangkaian imunisasi sesuai jadwal. Tujuan utama imunisasi adalah melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Anak yang tidak mendapat imunisasi juga bisa menjadi anak yang sakit-sakitan, karena kekebalan tubuhnya tidak optimal. Ingat, anak yang sering sakit lebih mudah terancam stunting karena energinya lebih banyak digunakan untuk proses pemulihan daripada untuk pertumbuhannya.
3. Terapkan Perilaku hidup bersih dan sehat
Cara mengatasi stunting pada anak yang tidak boleh dilewatkan adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan makan serta habis melakukan aktivitas di kamar mandi. Tidak menjaga kebersihan diri bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti diare. Diare yang terus berulang dapat menyebabkan anak mengalami kurang gizi, dan akhirnya meningkatkan risiko stunting.
4. Memakai jamban sehat
Jamban yang tidak memenuhi syarat kesehatan bisa mencemari lingkungan, termasuk sumber air minum. Karena itu aturan jarak pembuatan septic tank dengan sumur air setidaknya harus minimal 10 meter dari sumber air minum. Sanitasi yang buruk bisa menyebabkan masalah kesehatan, Cacingan, misalnya. Penderita cacingan biasanya mengalami gizi buruk karena cacing akan mengambil sari-sari makanan yang dikonsumsi anak. Kondisi gizi buruk inilah yang dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko stunting.
5. Selalu menambah ilmu kesehatan
Satu lagi cara mengatasi stunting pada anak yang tidak kalah penting dilakukan semua orang tua adalah selalu harus selalu belajar. Artinya, harus selalu menambah pasokan terkait ilmu kesehatan dasar, tumbuh kembang anak, dan stunting. Kebiasaan baik ini akan memudahkan kita memahami pentingnya memberikan sumber makanan dan minuman terbaik, sehingga tumbuh kembang anak optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....