Saturnus Oposisi hingga Draconids Hiasi Langit Oktober
- 28 Sep 2026 14:27 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Langit malam Oktober 2026 akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi, mulai dari planet Saturnus yang mencapai posisi oposisi, dua hujan meteor, hingga fase Bulan Baru dan Bulan Purnama. Dikutip dari Detik.com yang merujuk situs astronomi Sea and Sky dan Time and Date, beberapa di antaranya dapat diamati tanpa alat khusus.
Rangkaian fenomena dibuka pada 4 Oktober 2026, ketika Saturnus berada pada posisi oposisi, yakni berlawanan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Pada posisi ini, Saturnus berada pada jarak yang relatif dekat dengan Bumi, tampak lebih terang dibanding waktu lain dalam setahun, dan dapat terlihat sepanjang malam. Untuk melihat cincin Saturnus dengan lebih jelas, dibutuhkan teleskop berukuran sedang atau lebih besar.
Berikutnya, hujan meteor Draconids aktif pada 6-10 Oktober dengan puncak pada malam 7 Oktober 2026. Aktivitasnya tergolong rendah, sekitar 10 meteor per jam saat puncak, dan berbeda dari banyak hujan meteor lain, Draconids justru lebih menarik diamati pada awal malam, bukan setelah tengah malam.
Pada 10 Oktober 2026, Bulan memasuki fase Baru. Saat itu langit minim cahaya Bulan sehingga menjadi waktu yang baik untuk mengamati objek redup seperti gugus bintang dan galaksi. Dua hari kemudian, tepatnya 12 Oktober 2026, Merkurius mencapai elongasi timur terbesar dengan jarak sudut sekitar 19,6 derajat dari Matahari, yang menjadi salah satu kesempatan lebih baik untuk menemukan planet tersebut karena posisinya cukup jauh dari cahaya Matahari.
Menjelang akhir bulan, hujan meteor Orionids yang berasal dari debu Komet Halley mencapai puncak pada malam 21 hingga dini hari 22 Oktober 2026, dengan perkiraan hingga sekitar 20 meteor per jam. Rangkaian fenomena ditutup dengan Bulan Purnama pada 26 Oktober 2026 pukul 04.13 UTC atau sekitar pukul 11.13 WIB, yang dikenal sebagai Hunter Moon.
Bagi masyarakat yang ingin mengamati, disarankan memilih lokasi minim polusi cahaya dengan langit cerah serta memantau informasi resmi lembaga astronomi untuk kepastian waktu dan visibilitas dari wilayah masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....