Satwa Unik yang Mampu Bertahan Hidup di dalam Lumpur Kering

  • 08 Sep 2026 07:32 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di saat sebagian besar jenis ikan akan mati ketika kehabisan air, ikan paru-paru Afrika justru menunjukkan kemampuan bertahan hidup yang sangat ekstrem. Ketika habitatnya mengering, ikan ini akan menggali dan masuk ke dalam lumpur, lalu membungkus tubuhnya dengan lapisan lendir yang mengeras menjadi semacam kepompong pelindung. Pada kondisi tersebut, aktivitas tubuhnya merosot drastis dan ia memasuki fase dormansi yang dikenal sebagai estivasi.

Spesies ini bukanlah sekadar ikan biasa yang hanya mengandalkan insang. Ikan paru-paru Afrika memiliki organ paru-paru sejati yang memungkinkannya mengambil oksigen langsung dari udara. Saat terperangkap di lumpur kering, kepompong lendir bertugas mempertahankan kelembapan tubuhnya, sementara saluran kecil tetap menyalurkan udara ke bagian mulut agar ia bisa terus bernapas selama musim kering panjang.

Guna menunjang kelangsungan hidupnya selama estivasi, metabolisme tubuh diperlambat sedemikian rupa untuk menghemat energi tanpa perlu mengonsumsi makanan. Menurut studi dalam Journal of Experimental Biology, mekanisme dormansi ini memungkinkan organisme menurunkan laju konsumsi oksigen secara drastis serta mengandalkan cadangan jaringan tubuh untuk mempertahankan fungsi vital hingga air kembali menggenangi habitatnya. Smithsonian bahkan mencatat bahwa ikan ini sanggup bertahan dalam kondisi dorman selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum kembali aktif.

Kemampuan adaptasi luar biasa ini makin mempertegas posisinya sebagai salah satu satwa paling unik di dunia. Memiliki bentuk tubuh memanjang mirip belut serta sirip tipis yang bisa digunakan bergerak di dasar daratan basah, ikan paru-paru Afrika memegang peranan penting dalam studi evolusi. Hubungan kekerabatannya dengan vertebrata darat menjadikannya objek penelitian utama guna memahami cara kehidupan bertulang belakang pertama kali beradaptasi di luar lingkungan air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....