Kunci yang Membuka Rahasia Hieroglif Mesir
- 07 Sep 2026 20:32 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Selama berabad-abad, tulisan hieroglif Mesir Kuno menjadi teka-teki yang sulit dipahami. Simbol berbentuk manusia, hewan, dan berbagai benda memenuhi dinding kuil serta makam, tetapi cara membacanya telah lama hilang. Titik balik terjadi pada 1799 ketika pasukan Prancis menemukan sebuah batu di dekat Rashid atau Rosetta, Mesir. Batu tersebut kemudian dikenal sebagai Batu Rosetta dan menjadi salah satu penemuan penting dalam sejarah kajian Mesir Kuno.
Keistimewaan Batu Rosetta terletak pada adanya satu dekret yang ditulis menggunakan tiga sistem tulisan, yaitu hieroglif, demotik, dan bahasa Yunani Kuno. Karena teks Yunani masih dapat dibaca, para ahli memiliki petunjuk untuk membandingkan bagian-bagian yang memiliki isi serupa. Dari sinilah upaya untuk memahami kembali hieroglif berkembang. Penelitian Thomas Young and the Rosetta Stone juga menunjukkan bahwa kajian terhadap Batu Rosetta melibatkan proses panjang dan kontribusi berbagai pemikir sebelum sistem hieroglif akhirnya dipahami secara lebih menyeluruh.
Salah satu tokoh terpenting dalam proses tersebut adalah Jean-François Champollion. Setelah bertahun-tahun mempelajari berbagai bahasa dan tulisan Mesir, ia menemukan bahwa hieroglif tidak hanya berfungsi sebagai simbol yang mewakili benda atau gagasan, tetapi juga dapat menggambarkan bunyi bahasa. Pada 1822, Champollion memaparkan hasil penting mengenai pembacaan hieroglif dan membuka jalan bagi penerjemahan berbagai peninggalan Mesir Kuno. Penemuan tersebut kemudian memungkinkan para peneliti memahami nama-nama raja, catatan pemerintahan, ritual keagamaan, hingga kehidupan masyarakat Mesir masa lampau.
Batu Rosetta akhirnya bukan sekadar benda arkeologi, tetapi menjadi simbol dari keberhasilan manusia memecahkan salah satu misteri tulisan kuno. Dengan membandingkan bahasa yang sama dalam sistem tulisan berbeda, para ahli mampu menghidupkan kembali pengetahuan yang sempat terkubur selama berabad-abad. Hingga kini, penemuan tersebut dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam perkembangan Egyptology karena membantu membuka informasi tentang peradaban Mesir yang sebelumnya sulit dipahami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....