Selamat dari Zaman Dinosaurus dan Masih Hidup hingga Sekarang

  • 05 Agt 2026 07:05 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Kepunahan dinosaurus sekitar 66 juta tahun lalu sering dianggap sebagai akhir dari sebuah era di Bumi. Namun, tidak semua penghuni planet ini ikut menghilang. Sejumlah hewan berhasil melewati berbagai peristiwa kepunahan massal dan hingga kini masih bertahan, menjadikan mereka sebagai fosil hidup yang menyimpan jejak panjang evolusi.

Salah satunya adalah coelacanth, ikan purba yang dahulu diperkirakan telah punah bersama dinosaurus sebelum kembali ditemukan pada 1938. Baru-baru ini, spesies ini kembali menjadi perhatian setelah kemunculannya terekam di perairan Sulawesi Utara, mempertegas bahwa keturunan ikan purba tersebut masih hidup di perairan Indonesia. Selain coelacanth, ada pula tuatara dari Selandia Baru, reptil yang merupakan satu-satunya anggota kelompok Rhynchocephalia yang masih bertahan sejak lebih dari 200 juta tahun lalu.

Hewan purba lainnya yang masih dapat dijumpai adalah belangkas atau kepiting tapal kuda (horseshoe crab). Meski namanya mengandung kata kepiting, hewan ini sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan laba-laba dan kalajengking. Belangkas telah menghuni Bumi jauh sebelum dinosaurus muncul dan bentuk tubuhnya hampir tidak berubah selama ratusan juta tahun, menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap perubahan lingkungan.

Menurut Smithsonian National Museum of Natural History, hewan-hewan seperti coelacanth, tuatara, kepiting tapal kuda, hiu, penyu, dan buaya merupakan contoh garis keturunan purba yang berhasil bertahan melewati berbagai perubahan besar di Bumi. Keberadaan mereka membantu para ilmuwan mempelajari proses evolusi sekaligus memahami bagaimana sebagian spesies mampu bertahan sejak masa ketika dinosaurus masih mendominasi planet ini.

Keberadaan hewan-hewan tersebut menjadi pengingat bahwa masa lalu belum benar-benar hilang. Di balik penampilannya yang sederhana, mereka membawa kisah evolusi yang telah berlangsung selama ratusan juta tahun, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati agar para penyintas zaman purba ini tetap menjadi bagian dari kehidupan di Bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....