China Ubah Bekas Tambang dan Waduk Menjadi Pembangkit Listrik Surya
- 05 Agt 2026 07:08 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - China terus mempercepat transisi menuju energi bersih dengan memanfaatkan lahan bekas tambang, waduk, dan kawasan yang tidak lagi produktif sebagai lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Langkah ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas energi terbarukan tanpa mengurangi luas lahan pertanian yang dibutuhkan untuk ketahanan pangan. Sejumlah proyek berskala besar bahkan memanfaatkan panel surya terapung di atas permukaan air untuk menghasilkan listrik secara lebih efisien.
Pemanfaatan bekas tambang menjadi kawasan energi terbarukan juga memberikan manfaat ganda, yaitu merehabilitasi lahan yang telah rusak akibat aktivitas pertambangan sekaligus menghasilkan pasokan listrik rendah emisi. Sementara itu, pemasangan panel surya di atas waduk membantu mengurangi penguapan air dan meningkatkan efisiensi panel karena suhu permukaannya lebih rendah dibandingkan instalasi di daratan terbuka.
Kajian mengenai efektivitas teknologi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Renewable and Sustainable Energy Reviews. Jurnal tersebut menjelaskan bahwa pembangkit listrik tenaga surya terapung memiliki potensi meningkatkan efisiensi produksi listrik melalui efek pendinginan alami dari air, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan ruang tanpa menambah tekanan terhadap penggunaan lahan.
Keberhasilan proyek-proyek tersebut menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi lahan dan pemulihan kawasan bekas industri. Dengan inovasi pemanfaatan ruang yang tepat, pembangkit listrik tenaga surya tidak hanya mendukung pengurangan emisi karbon, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....