Senjata Perang yang Menjadi Cikal Bakal Teknologi Antariksa Modern

  • 04 Agt 2026 07:39 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, Jerman Nazi mengembangkan roket balistik V-2, sebuah teknologi revolusioner yang menjadi senjata berpemandu jarak jauh pertama di dunia. Roket ini dirancang oleh tim ilmuwan yang dipimpin Wernher von Braun dan mampu melaju dengan kecepatan supersonik, sehingga hampir mustahil dicegat oleh sistem pertahanan saat itu. Kota London dan Antwerp menjadi sasaran utama serangan menggunakan roket V-2.

Peluncuran roket V-2 menandai babak baru dalam sejarah teknologi militer. Berbeda dengan pesawat pengebom konvensional, roket ini terbang hingga ke tepi atmosfer sebelum kembali meluncur ke targetnya. Meskipun penggunaannya menimbulkan dampak kemanusiaan yang besar selama perang, teknologi yang dikembangkan melalui program V-2 kemudian menarik perhatian negara-negara pemenang perang.

Setelah Perang Dunia II berakhir, sejumlah ilmuwan dan teknologi V-2 dibawa ke Amerika Serikat maupun Uni Soviet. Pengembangan tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya program eksplorasi luar angkasa, termasuk peluncuran satelit, misi berawak, hingga perlombaan antariksa pada pertengahan abad ke-20. Dengan kata lain, teknologi yang awalnya diciptakan untuk peperangan kemudian berkembang menjadi salah satu pendorong utama kemajuan ilmu pengetahuan dan eksplorasi ruang angkasa.

Hal tersebut juga dibahas dalam jurnal ilmiah Acta Astronautica, yang menjelaskan bahwa perkembangan teknologi roket modern tidak dapat dipisahkan dari inovasi teknik yang lahir melalui program V-2. Meski memiliki sejarah yang kelam, warisan teknologinya menjadi dasar bagi kemajuan sistem peluncuran antariksa yang digunakan dalam penelitian dan eksplorasi luar angkasa hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....