Jejak Tumbukan Asteroid yang Mengubah Sejarah Kehidupan

  • 04 Jun 2026 07:12 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Sebuah ilustrasi yang beredar di media sosial kembali mengangkat kisah Kawah Chicxulub di Semenanjung Yucatán, Meksiko, yang diyakini sebagai lokasi jatuhnya asteroid raksasa penyebab kepunahan dinosaurus. Kawah ini terbentuk setelah asteroid berdiameter sekitar 10 kilometer menghantam Bumi dengan kekuatan yang sangat besar dan meninggalkan jejak geologis yang masih dapat dipelajari hingga saat ini.

Benturan dahsyat tersebut menyebabkan batuan dan material kaya sulfur terlempar ke atmosfer dalam jumlah sangat besar. Debu yang menyelimuti langit menghalangi sinar Matahari mencapai permukaan Bumi selama waktu yang lama, sehingga memicu perubahan iklim global dan mengganggu keseimbangan ekosistem di berbagai wilayah dunia.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal penelitian The Chicxulub Asteroid Impact and Mass Extinction at the Cretaceous-Paleogene Boundary menjelaskan bahwa tumbukan asteroid ini menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah kehidupan di Bumi. Dampak lingkungan yang terjadi setelah tabrakan menyebabkan terganggunya rantai makanan, menurunnya produktivitas tumbuhan, serta memicu kepunahan massal yang menghilangkan sekitar 75 persen spesies makhluk hidup saat itu.

Hingga kini, Kawah Chicxulub masih menjadi objek penelitian penting bagi para ilmuwan untuk memahami hubungan antara tumbukan benda langit dan perubahan lingkungan global. Berbagai bukti yang ditemukan di kawasan Teluk Meksiko terus membantu mengungkap bagaimana satu peristiwa kosmik mampu mengubah arah evolusi kehidupan di Bumi dan membentuk dunia yang kita kenal saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....