AC atau Kipas Angin, Mana Lebih Efektif?
- 23 Mei 2026 09:15 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Cuaca panas membuat banyak orang memilih antara AC atau kipas angin untuk menjaga kenyamanan. Keduanya sama-sama memberi efek sejuk, tetapi dengan cara kerja yang berbeda. AC bekerja dengan mendinginkan udara secara langsung sehingga suhu ruangan bisa turun signifikan dan stabil. Hal ini membuat AC lebih efektif digunakan saat suhu sangat tinggi atau di ruangan tertutup. Bahkan, sumber kesehatan di Indonesia menyebutkan AC memang lebih unggul dalam mengatasi panas karena mampu menurunkan suhu ruangan secara nyata (Hello Sehat, 2023) . Penelitian di Indonesia juga menunjukkan AC mampu menurunkan suhu ruangan lebih cepat hingga sekitar 1,93°C dalam 30 menit (Jurnal Arsitektur Pendapa, 2024) .
Sementara itu, kipas angin tidak menurunkan suhu, melainkan hanya mengalirkan udara untuk membantu tubuh merasa lebih sejuk. Keunggulan utamanya adalah konsumsi listrik yang jauh lebih hemat, hanya sekitar 30–70 watt, dibanding AC yang bisa mencapai ratusan hingga lebih dari 1000 watt . Karena itu, kipas angin lebih ekonomis untuk penggunaan harian.
Dari sisi kesehatan, kipas angin cenderung lebih aman jika digunakan dengan benar karena tidak menyebabkan perubahan suhu ekstrem. Namun, penggunaan AC yang tidak dirawat bisa membuat udara kering dan berisiko menyebarkan kuman (Antara News, 2024) .
Menariknya, riset di Indonesia menunjukkan kombinasi AC dan kipas angin bisa menjadi solusi efisien. Kipas membantu sirkulasi udara sehingga AC tidak perlu bekerja terlalu keras, yang berdampak pada penghematan energi.
Kesimpulannya, AC lebih unggul untuk pendinginan maksimal, sedangkan kipas angin lebih hemat energi dan praktis. Pilihan terbaik tergantung kebutuhan, atau bisa juga dikombinasikan agar tetap nyaman tanpa boros listrik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....