Maleo dan Cara Bertelur yang Tidak Biasa
- 11 Mei 2026 18:59 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Indonesia memiliki banyak satwa endemik dengan keunikan yang tidak ditemukan di tempat lain, salah satunya burung maleo dari Sulawesi. Burung ini dikenal karena cara berkembang biaknya yang berbeda dibandingkan sebagian besar jenis burung lainnya.
Maleo tidak mengerami telurnya secara langsung di sarang seperti burung pada umumnya. Satwa ini justru memanfaatkan panas alami dari pasir pantai atau sumber panas bumi untuk menetaskan telurnya.
Telur maleo juga berukuran sangat besar dibandingkan tubuh induknya. Dalam satu telur, ukurannya bahkan dapat mencapai beberapa kali lipat lebih besar dibandingkan telur ayam biasa.
Menurut World Wide Fund for Nature, maleo termasuk satwa endemik Sulawesi yang populasinya terus menurun akibat kerusakan habitat dan perburuan telur. Kondisi ini membuat upaya konservasi menjadi sangat penting.
Setelah menetas, anak maleo mampu langsung menggali keluar dari pasir tanpa bantuan induknya. Burung muda ini bahkan sudah dapat berjalan dan terbang dalam waktu relatif singkat.
Keunikan tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi maleo terhadap lingkungan alaminya. Proses berkembang biak yang bergantung pada panas bumi juga memperlihatkan hubungan erat antara satwa dan kondisi alam Sulawesi.
Maleo banyak ditemukan di kawasan hutan dekat pantai atau wilayah yang memiliki sumber panas alami. Habitat ini menjadi bagian penting dalam keberlangsungan siklus hidupnya.
Namun, perubahan lingkungan membuat lokasi bertelur maleo semakin berkurang. Gangguan terhadap habitat dapat memengaruhi keberhasilan penetasan telur di alam liar.
Dengan demikian, maleo tidak hanya menjadi satwa unik Nusantara, tetapi juga simbol kekayaan hayati Sulawesi. Menjaga kelestariannya berarti menjaga salah satu keunikan alam Indonesia yang langka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....