Migrasi Satwa dan Makna Perjalanan Pulang di Alam
- 18 Apr 2026 23:19 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Kembali ke tempat asal bukan hanya bagian dari kehidupan manusia, tetapi juga terjadi di alam liar. Banyak satwa menjalani perjalanan panjang sebagai bagian dari siklus hidup yang terus berulang.
Fenomena ini dikenal sebagai migrasi, yakni perpindahan satwa dari satu wilayah ke wilayah lain dalam periode tertentu. Perjalanan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti mencari makan dan berkembang biak.
Menurut WWF, migrasi satwa merupakan fenomena alami yang memungkinkan spesies bertahan hidup dengan melintasi berbagai wilayah geografis dalam jarak sangat jauh.
Di Indonesia, beberapa satwa menunjukkan pola migrasi yang luar biasa. Kalong besar, misalnya, berpindah mengikuti ketersediaan buah sebagai sumber pakan utama dalam jarak antar wilayah yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan kilometer.
Sidat anjing juga menempuh perjalanan panjang dari sungai menuju laut dalam untuk berkembang biak. Migrasi ini bisa mencapai ratusan hingga ribuan kilometer, menghubungkan ekosistem darat dan laut dalam satu siklus kehidupan.
Penyu hijau dikenal mampu menempuh jarak sangat jauh melintasi samudra. Data WWF menyebutkan penyu dapat bermigrasi hingga ribuan kilometer, bahkan lintas Samudra Pasifik dan Hindia sebagai bagian dari jalur hidupnya.
Burung cerek asia melakukan perjalanan lintas benua dengan jarak ribuan kilometer dan menjadikan pesisir Indonesia sebagai titik singgah penting. Keberadaan habitat pesisir yang terjaga menjadi kunci agar perjalanan panjang ini tetap berlangsung.
Sementara itu, paus bungkuk termasuk salah satu mamalia dengan jarak migrasi terpanjang. Perjalanannya dapat mencapai sekitar 8.000 hingga 16.000 kilometer setiap tahun untuk berpindah antara wilayah makan dan berkembang biak.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, keberhasilan migrasi sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat dan jalur alami yang tetap terjaga. Gangguan terhadap lingkungan dapat menghambat bahkan memutus siklus hidup satwa.
Menjaga alam berarti memastikan setiap satwa tetap memiliki jalur untuk kembali. Upaya konservasi menjadi penting agar perjalanan panjang ini tidak terputus oleh kerusakan habitat dan aktivitas manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....