Prodi Sanitasi UMW Gelar Kuliah Tamu Bahas MBG
- 04 Nov 2025 11:41 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Program Studi (Prodi) D-III Sanitasi Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menggelar kuliah tamu yang fokus membahas isu strategis keamanan pangan nasional. Acara ini mengupas tuntas peran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam implementasi Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kuliah tamu yang bertajuk “Implementasi SLHS pada Program Nasional Makan Bergizi Gratis” ini dilaksanakan di Aula OSCE Universitas Mandala Waluya pada Sabtu, (1/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. H. Arif Sumantri, SKM., M.Kes., yang merupakan Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Pusat.
Kuliah tamu yang dimulai pukul 14.00 WITA ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 70 mahasiswa D-III Sanitasi.
Dalam pemaparannya, Prof. Arif menjelaskan SLHS adalah instrumen kunci dalam menjamin keamanan pangan, khususnya di Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan menjadi pusat pengelolaan makanan untuk program MBG.
Ia menegaskan, penerapan SLHS bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang diatur dalam PP No. 28 Tahun 2025 serta Permenkes No. 17 Tahun 2024.
“SLHS bukan hanya sertifikat administratif, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab sanitasi untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman, bergizi, dan higienis,” ujar Prof. Arif.
Lebih lanjut, Prof. Arif menyoroti tantangan besar dalam pengawasan program ini. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2024, Indonesia masih mengalami defisit Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) sekitar 18 persen.
Kekurangan tenaga ahli ini, menurutnya, menyebabkan pengawasan SLHS di lapangan belum berjalan optimal.
Oleh karena itu, ia mendorong agar ke depan setiap SPPG wajib memiliki tenaga sanitarian khusus yang bertugas mengawasi penerapan SLHS, melakukan audit higiene pangan, serta memastikan pengelolaan limbah makanan berjalan baik.
Dalam kesempatan itu, Prof. Arif juga memperkenalkan konsep ekonomi resirkular (circular economy) sebagai solusi pengelolaan limbah pangan, seperti mengonversi sisa makanan menjadi kompos, biogas, atau pakan ternak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi D-III Sanitasi UMW dalam memperkuat kompetensi mahasiswa agar siap mendukung agenda nasional di bidang kesehatan lingkungan dan keamanan pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....