Waspadai Dampaknya Ketika Gadget Menguasai Dunia Anak

  • 04 Agt 2025 14:13 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Di era digital saat ini, dunia anak-anak tak lagi lepas dari perangkat teknologi. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur malam, tak sedikit anak yang selalu ditemani oleh gadget. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran baru ketika gadget mulai menguasai dunia anak dan memengaruhi tumbuh kembang mereka secara menyeluruh.

Penggunaan gadget memang tidak sepenuhnya buruk. Di sisi positif, perangkat ini bisa menjadi alat bantu belajar, sumber hiburan, bahkan media komunikasi. Namun, jika penggunaannya tidak diawasi, gadget bisa memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.

Anak-anak yang terbiasa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar cenderung mengalami penurunan minat terhadap aktivitas fisik dan sosial. Mereka lebih memilih permainan digital dibandingkan bermain di luar rumah atau bersosialisasi dengan teman sebaya.

Menurut Psikolog Anak, Dra. Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi, gadget bisa berdampak langsung terhadap perkembangan sosial anak. Jika anak terlalu sering bermain gadget dan kurang berinteraksi dengan lingkungan, kemampuan sosialnya bisa melemah. Anak menjadi lebih tertutup, kurang empati, dan sulit memahami emosi orang lain,” jelasnya dalam sebuah seminar parenting, Sabtu (2/8/2025).

Selain itu, Dr. Endah Triastuti, M.Psi., Psikolog, menambahkan bahwa kecanduan gadget juga berpotensi mengganggu regulasi emosi. Anak-anak yang kecanduan gadget biasanya lebih sulit mengendalikan emosi. Mereka cepat marah, gelisah jika tidak memegang gadget, dan tidak sabar dalam beraktivitas,” ungkapnya.

Tantangan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga lembaga pendidikan. Sekolah diharapkan mampu memberi ruang untuk aktivitas belajar yang seimbang antara teknologi dan interaksi nyata. Guru juga diharapkan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan digital.

Bagi orang tua, langkah awal yang bisa dilakukan adalah menetapkan batas waktu penggunaan gadget, mengenalkan kegiatan alternatif yang menyenangkan seperti bermain peran, menggambar, atau berkebun, serta menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang bijak.

Gadget adalah bagian dari zaman, namun dunia anak tetap perlu dipenuhi dengan interaksi nyata, kasih sayang, dan pengalaman langsung. Jika tidak dikendalikan, bukan tidak mungkin anak tumbuh tanpa keterampilan dasar yang penting untuk menghadapi kehidupan nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....