Mengenal Swasembada Energi dan Energi Bersih
- 10 Jul 2025 06:46 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari : Pemerintah Indonesia tengah mempercepat langkah menuju swasembada energi sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi tantangan global. Dalam proses transisi ini, energi bersih menjadi salah satu pilar utama. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan energi bersih, dan mengapa ia begitu penting dalam konteks kemandirian energi?
Memahami Energi BersihEnergi bersih merujuk pada sumber energi yang dihasilkan dengan emisi gas rumah kaca yang sangat rendah atau bahkan nol, serta dampak lingkungan yang minimal. Tujuannya adalah menyediakan energi yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan aman bagi kesehatan manusia maupun ekosistem.Beberapa contoh energi bersih yang telah banyak dikembangkan di berbagai negara termasuk Indonesia antara lain:
- Tenaga surya
- Energi angin
- Pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
- Panas bumi (geothermal)
- Biomassa
Meski sering digunakan secara bergantian, istilah energi bersih, energi hijau, dan energi terbarukan memiliki perbedaan. Energi terbarukan mengacu pada sumber daya yang dapat diperbarui secara alami, seperti matahari dan angin. Sementara energi bersih menekankan pada proses produksi energi yang minim polusi, termasuk beberapa bentuk energi non-terbarukan seperti nuklir. Energi hijau biasanya merujuk pada energi terbarukan yang juga ramah lingkungan secara menyeluruh.
Energi Bersih dan Swasembada EnergiTransisi ke energi bersih dinilai krusial dalam mewujudkan swasembada energi. Dengan memanfaatkan potensi energi lokal yang melimpah, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil yang selama ini membebani neraca perdagangan.“Energi bersih memungkinkan setiap daerah, bahkan desa terpencil, untuk menghasilkan listrik sendiri. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal kedaulatan energi,” ujar Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), dalam laporan tahunan Indonesia Clean Energy Outlook. Selain itu, pengembangan energi bersih juga membuka peluang ekonomi baru. Sektor energi hijau diperkirakan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja, mulai dari instalasi panel surya hingga pengelolaan pembangkit mikrohidro di daerah. Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menegaskan komitmennya untuk mencapai swasembada energi dalam waktu lima hingga enam tahun ke depan. Salah satu strategi utamanya adalah pengembangan industri baterai nasional dan pemanfaatan tenaga surya secara masif.“Listrik dari tenaga surya adalah kunci. Dan kuncinya lagi adalah baterai,” ujar Presiden Prabowo saat meresmikan proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, pada 29 Juni 2025. Pemerintah juga menargetkan pembangunan pembangkit tenaga surya di wilayah-wilayah terpencil, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses energi dan penguatan ketahanan energi nasional. Menurut Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, “Transisi energi harus mempertimbangkan potensi lokal dan keberlanjutan. Energi bersih bukan hanya solusi teknis, tapi juga strategi ekonomi jangka panjang”. Menuju swasembada energi bukanlah perjalanan singkat. Namun dengan komitmen politik yang kuat, dukungan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi energi bersih, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan. Energi bersih bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan masa depan.
(Penulis: Elhaiza Gq Situmeang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....