Hari Pustakawan Nasional, Momentum Apresiasi Penjaga Pengetahuan Bangsa
- 07 Jul 2025 16:58 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari : Setiap tanggal 7 Juli diperingati sebagai Hari Pustakawan Nasional, momen penting untuk menghargai peran vital pustakawan dalam membangun budaya literasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut informasi dari perpusnas.go.id, peringatan ini bermula dari lahirnya Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI). Organisasi tersebut terbentuk dalam Kongres Pustakawan pertama yang digelar di Ciawi, Bogor, pada 5–7 Juli 1973.
Tanggal 7 Juli kemudian ditetapkan sebagai Hari Pustakawan Indonesia untuk mengenang kembali momen bersejarah tersebut.
| Baca juga: Hari Radio Sedunia, Baca Sejarahnya Yuk! |
Selain itu, peringatan ini menjadi ruang refleksi atas perkembangan dan kontribusi pustakawan bagi kemajuan informasi dan budaya baca.
Banyak yang belum tau kalau pustakawan bukan sekadar petugas perpustakaan. Mereka kini menjalankan peran sebagai pendidik literasi informasi, pengelola pengetahuan digital, hingga fasilitator teknologi informasi.
Di era digital seperti saat ini, profesi pustakawan semakin relevan dan strategis dalam menjembatani kebutuhan informasi masyarakat.
Menurut data Perpustakaan Nasional RI, hingga tahun 2024 tercatat sebanyak 6.728 pustakawan bersertifikat di Indonesia. Jumlah tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan lebih dari 130.000 unit perpustakaan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.
Ketimpangan ini menjadi tantangan tersendiri di tahun ini dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang profesional dan adaptif.
“Pustakawan adalah mitra strategis dalam mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Tanpa mereka, perpustakaan hanyalah ruang kosong,” kata Kepala Perpusnas RI, Dr. Muhammad Syarif Bando, dalam sambutannya pada peringatan Hari Pustakawan tahun sebelumnya, seperti dikutip dari laman resmi Perpusnas.go.id.
Peringatan Hari Pustakawan Nasional juga menjadi momentum untuk menyoroti berbagai inisiatif positif yang dilakukan pustakawan. Salah satunya adalah program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang telah memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, literasi digital, keperpustakaan, hingga pendampingan usaha mikro di berbagai daerah.
Meski masih dihadapkan pada tantangan seperti minimnya anggaran, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap peran pustakawan, serta keterbatasan fasilitas, dedikasi para pustakawan tak surut. Mereka terus hadir sebagai agen perubahan yang senyap namun berdampak besar.
Hari ini, saat peringatan Hari Pustakawan Nasional, sudah sepantasnya masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan memberikan ruang dan apresiasi lebih besar kepada profesi ini. Karena di balik sunyi perpustakaan, pustakawan terus bekerja memastikan pengetahuan tetap hidup dan dapat diakses oleh siapa pun. (Ananta Setiadi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....