Scroll, Stress, Repeat: Krisis Kesehatan Mental Gen Z
- 04 Jun 2025 09:48 WIB
- Kendari
KBRN,Kendari: Hampir seluruh aspek kehidupan Gen Z kini terjadi secara digital mulai dari belajar, bersosialisasi, hingga mencari validasi diri.
Namun, di balik koneksi digital yang konstan itu, tersembunyi kenyataan pahit kesehatan mental mereka yang berada dalam krisis.
Studi dari American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa Gen Z merupakan generasi yang memiliki tingkat stres dan kecemasan tertinggi dibanding generasi lain.
Penyebabnya mulai dari tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, hingga pengaruh negatif media sosial.
Media Sosial seperti Instagram, TikTok, Twitter ini bukan hanya tempat berbagi, tapi juga panggung.
Gen Z tumbuh dengan kebiasaan membandingkan diri mereka dengan versi ideal dari orang lain tubuh lebih ideal, hidup lebih produktif, dan pencapaian lebih banyak.
Fenomena ini dikenal sebagai compare and despair yaitu membandingkan diri secara terus-menerus yang memicu perasaan tidak cukup baik dan kecemasan sosial.
Jika kita terus membiarkan pola ini scroll, stress, repeat berlangsung dapat menimbulkan dampak kesehatan mental yang nyata :
• Serangan Panik & Gangguan Tidur: Notifikasi yang terus muncul bisa memicu adrenalin, dan akhirnya menyebabkan gangguan kecemasan hingga sulit tidur.
• Kehilangan Fokus dan Burnout: Terlalu sering multitasking dan screen time yang tinggi menurunkan kemampuan fokus, memicu kelelahan mental.
• Kesepian di Tengah Keramaian: Ironisnya, meski punya ratusan koneksi online, banyak Gen Z merasa tidak punya teman yang benar-benar mendengarkan.
Kecemasan adalah suara dalam kepala yang bisa melumpuhkan langkah, bahkan sebelum langkah itu dimulai. Gen Z adalah generasi penuh potensi, tapi potensi itu hanya bisa berkembang jika mereka merasa aman, didengar, dan diterima.
Kita tidak bisa menghapus semua sumber kecemasan di dunia, tapi kita bisa menciptakan dunia yang lebih peduli, lebih tenang, dan lebih manusiawi.
Dan itu dimulai dari memahami bahwa kesehatan mental adalah hak, bukan kemewahan. (Andi Trisna Putri Parenrengi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....