Teknik Phishing Baru Targetkan Pengguna Aplikasi Populer

  • 20 Jan 2025 19:40 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Serangan phishing kini semakin canggih dan berkembang, dengan pelaku kejahatan siber menargetkan pengguna aplikasi populer di ponsel. Teknik phishing baru ini mengincar pengguna layanan perbankan, media sosial, hingga e-commerce, dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah biasa digunakan masyarakat. Ancaman ini mengharuskan pengguna untuk lebih waspada terhadap potensi penipuan digital yang dapat mencuri data pribadi dan informasi sensitif.

Phishing sendiri adalah upaya untuk mengelabui korban agar memberikan informasi pribadi, seperti username, password, atau informasi kartu kredit, dengan menyamar sebagai entitas yang sah, seperti bank atau penyedia layanan online. Pada teknik phishing baru ini, penjahat siber memanfaatkan aplikasi yang sudah terpasang di ponsel pengguna, baik melalui SMS, email, maupun notifikasi yang terlihat seolah-olah berasal dari aplikasi yang sah.

Menurut laporan Bleeping Computer dan Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), pelaku kini memanfaatkan aplikasi perpesanan dan e-commerce yang populer untuk menipu pengguna. Modus ini sering kali mengarah pada link yang membawa korban ke situs palsu yang tampak identik dengan aplikasi yang mereka gunakan. Ketika korban memasukkan data login atau informasi kartu kredit, data tersebut langsung diambil oleh pelaku.

Beberapa contoh aplikasi yang sering disalahgunakan oleh pelaku phishing antara lain aplikasi bank digital, e-wallet, serta aplikasi media sosial. Mereka biasanya mengirimkan pesan yang mengklaim adanya aktivitas mencurigakan di akun pengguna atau pemberitahuan penting lainnya, yang memaksa korban untuk mengklik link yang diberikan. Cara Mencegah Phishing pada Aplikasi Populer:

  1. Periksa Sumber Pesan – Pastikan pesan yang Anda terima benar-benar berasal dari aplikasi yang sah. Hindari mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan.
  2. Gunakan Otentikasi Dua Faktor (2FA) – Aktivasi 2FA di akun aplikasi yang Anda gunakan untuk menambah lapisan perlindungan.
  3. Jangan Masukkan Informasi Pribadi melalui Link – Jika ada pemberitahuan mengenai akun atau transaksi Anda, buka aplikasi secara langsung untuk memverifikasi informasi tersebut.
  4. Update Aplikasi secara Berkala – Pembaruan aplikasi sering kali membawa pembaruan keamanan yang melindungi perangkat Anda dari ancaman phishing terbaru.
  5. Hati-hati dengan Notifikasi Palsu – Banyak phishing yang berawal dari notifikasi palsu di aplikasi. Jangan terburu-buru memberi informasi pribadi hanya berdasarkan notifikasi.

Phishing yang menargetkan pengguna aplikasi populer adalah ancaman nyata yang harus diwaspadai oleh semua pengguna ponsel. Dengan semakin canggihnya teknik yang digunakan pelaku, penting bagi pengguna untuk selalu berhati-hati dan memeriksa setiap pesan atau pemberitahuan yang diterima. Menggunakan langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat membantu menghindari potensi kerugian akibat penipuan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....