Produksi PT. Vale 2024 Lampaui Target
- 27 Feb 2025 18:08 WIB
- Kendari
KBRN, Jakarta: PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) mengumumkan capaian kinerja tahun 2024 yang menunjukkan peningkatan produksi dan penjualan nikel matte dibandingkan tahun sebelumnya.
Produksi nikel matte naik sekitar 1%, sementara pengiriman meningkat 2% dibandingkan realisasi pada 2023.
CEO dan Presiden Direktur PT Vale, Febriany Eddy, menyatakan bahwa tahun 2024 merupakan periode penuh pencapaian dan tantangan bagi perusahaan.
“Tahun ini adalah tentang pertumbuhan, transformasi, adaptasi, dan menciptakan cerita yang lebih besar dan lebih bermakna,” ujarnya.
Salah satu pencapaian utama PT Vale tahun ini adalah keberhasilan dalam proses divestasi, yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia serta pemangku kepentingan utama seperti MIND ID, Vale Canada Limited, dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd.
Proses ini memperkuat hubungan strategis PT Vale dengan negara sekaligus menandai era baru tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan profesional.
Selain itu, perpanjangan izin operasional menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tanpa pelepasan lahan menjadi tonggak penting bagi PT Vale.
Izin ini menegaskan kepercayaan Pemerintah Indonesia terhadap perusahaan sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya nikel secara berkelanjutan.
Dari segi produksi, PT Vale mencatatkan hasil 71.311 metrik ton nikel matte sepanjang 2024, melampaui target tahunan sebesar 70.805 metrik ton serta realisasi produksi tahun 2023 yang mencapai 70.728 metrik ton.
Volume penjualan juga meningkat menjadi 72.625 metrik ton, tumbuh 2% dibandingkan tahun lalu dan 8% secara kuartalan.
Meningkatnya volume penjualan pada kuartal IV 2024 berkontribusi terhadap EBITDA yang mencapai AS$54,1 juta, naik 15% dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara tahunan, EBITDA PT Vale tetap kuat di angka AS$225,9 juta.
Di tengah tantangan yang muncul pasca-divestasi, PT Vale tetap berhasil menjaga efisiensi biaya.
Biaya tunai penjualan per unit tercatat sebesar AS$9.374 per ton, yang merupakan level terendah dalam tiga tahun terakhir, dibandingkan AS$10.034 per ton pada 2023 dan AS$11.201 per ton pada 2022.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar AS$6,7 juta pada kuartal IV 2024 dan AS$57,8 juta untuk keseluruhan tahun. Setelah menyesuaikan dengan faktor non-operasional, laba bersih yang dinormalisasi mencapai AS$14,6 juta untuk kuartal IV dan AS$73,3 juta sepanjang tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....