World Cleanup Day 2026, Momentum Menjaga Kebersihan dan Mengurangi Sampah

  • 20 Sep 2026 21:43 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Setiap tanggal 20 September, masyarakat dunia memperingati World Cleanup Day atau Hari Aksi Bersih Sedunia. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong aksi nyata dalam mengatasi persoalan sampah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 20 September sebagai World Cleanup Day melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 78/122 yang diadopsi pada 8 Desember 2023. Peringatan ini dilaksanakan setiap tahun dan mengajak pemerintah, organisasi, dunia usaha, komunitas, akademisi, hingga masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pada World Cleanup Day 2026, perhatian global salah satunya diarahkan pada persoalan sampah makanan. PBB mengangkat tema “From Clean Plates to Clean Cities”, yang menghubungkan kebiasaan mengurangi makanan terbuang dengan upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Data UNEP Food Waste Index Report 2024 yang dikutip PBB menunjukkan sekitar 1,05 miliar ton makanan terbuang pada 2022 dari tingkat rumah tangga, layanan makanan, dan ritel. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 19 persen makanan yang tersedia bagi konsumen. PBB juga menyebut sekitar 60 persen sampah makanan konsumen berasal dari rumah tangga.

Sampah makanan bukan hanya persoalan pemborosan. Ketika makanan yang masih dapat dikonsumsi berakhir sebagai sampah, sumber daya seperti air, lahan, energi, dan tenaga yang digunakan dalam proses produksinya ikut terbuang. Sampah makanan juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca dan menambah beban sistem pengelolaan sampah.

Karena itu, World Cleanup Day tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memungut sampah. Peringatan ini juga mendorong perubahan kebiasaan, mulai dari mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, mendaur ulang, hingga mengurangi makanan yang terbuang.

Di tingkat masyarakat, aksi sederhana dapat dilakukan dari lingkungan terdekat. Membersihkan halaman rumah, selokan, fasilitas umum, kawasan pantai, maupun ruang terbuka dapat menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan.

PBB menegaskan bahwa World Cleanup Day merupakan kesempatan bagi masyarakat di berbagai negara untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata. Pemerintah, sekolah, komunitas, organisasi masyarakat, perusahaan, dan individu dapat menggelar kegiatan yang sesuai dengan persoalan sampah di wilayah masing-masing.

World Cleanup Day 2026 juga menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Lingkungan yang bersih membutuhkan kebiasaan dan kepedulian bersama, dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengurangi sampah sejak dari sumbernya, memilah dan mengelolanya dengan benar, serta tidak membuang sampah sembarangan, masyarakat dapat ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....