Transaksi Internasional Kini Tak Selalu Pakai Dolar
- 25 Mei 2026 08:52 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Dolar Amerika Serikat (AS) selama ini dikenal sebagai mata uang utama dalam transaksi internasional. Namun, perkembangan sistem keuangan global kini mulai menunjukkan perubahan, di mana sejumlah negara mulai memperluas penggunaan mata uang lokal dalam aktivitas perdagangan dan transaksi lintas negara.
Perkembangan tersebut kembali menjadi perhatian setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan rencana perluasan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) ke beberapa negara seperti Singapore, India, dan Saudi Arabia. Dikutip dari Kontan (2026), nilai transaksi LCT Indonesia disebut meningkat hingga 309 persen.
LCT merupakan sistem transaksi antarnegara yang memungkinkan penggunaan mata uang lokal tanpa harus melalui konversi dolar AS. Dalam praktiknya, transaksi dapat dilakukan langsung menggunakan mata uang masing-masing negara yang bekerja sama.
Sebagai contoh, transaksi perdagangan antara Indonesia dan Malaysia dapat dilakukan menggunakan rupiah dan ringgit tanpa perlu ditukar terlebih dahulu ke dolar AS. Sistem ini dinilai mampu membuat transaksi menjadi lebih efisien dan mengurangi biaya konversi mata uang.
Selain perdagangan, penggunaan transaksi mata uang lokal juga mulai diterapkan dalam sektor perjalanan, investasi, hingga pembayaran digital lintas negara. Perkembangan teknologi keuangan membuat proses transaksi internasional menjadi semakin praktis.
Menurut Bank Indonesia, pengembangan kerja sama LCT bertujuan memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam aktivitas ekonomi global.
Sejumlah negara di kawasan Asia juga mulai aktif memperluas kerja sama serupa sebagai bagian dari penguatan ekonomi regional. Penggunaan mata uang lokal dinilai dapat membantu menjaga stabilitas transaksi di tengah fluktuasi nilai tukar global.
Dikutip dari laporan Bank for International Settlements atau Bank for International Settlements, tren penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kawasan Asia.
Meski demikian, penggunaan transaksi tanpa dolar AS masih memerlukan dukungan sistem perbankan, regulasi antarnegara, serta kesiapan infrastruktur pembayaran digital yang memadai.
Dengan semakin berkembangnya sistem transaksi global, penggunaan mata uang lokal diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi internasional di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....