Kampanye Kesehatan Pemkab Sasar Remaja di MAN 1 Wakatobi
- 13 Sep 2026 15:15 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Upaya mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, produktif dan berakhlak terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui sektor kesehatan.
Salah satunya melalui kegiatan Kampanye Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat bagi Masyarakat dan Remaja yang digelar di MAN 1 Wangiwangi berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Wakatobi, Sabtu 12 September 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan posyandu remaja dan pemeriksaan kesehatan bagi para siswa, melalui kegiatan screening kesehatan meliputi pemeriksaan gigi, mata, pengukuran tinggi badan, lingkar badan serta pemeriksaan kesehatan dasar lainnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para remaja juga mendapatkan bimbingan dan konseling mengenai bahaya narkoba, minuman beralkohol (miras), rokok, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia remaja.
Kegiatan bertajuk Mewujudkan Remaja yang Sehat, Cerdas dan Berakhlak.” Pelaksana kegiatan melibatkan Tim Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Wangiwangi Selatan bersama Tim Remaja, dengan dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Puskesmas Wangiwangi Selatan dan sejumlah pihak terkait.
Selain itu juga dilakukan edukasi kesehatan dan screening kesehatan remaja, sehingga para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memperoleh pelayanan kesehatan dasar secara langsung.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran di kalangan remaja untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, menjauhi narkoba, miras dan rokok, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.
Agar cita-cita melahirkan remaja Wakatobi yang sehat, cerdas, produktif, berakhlak dan berdaya saing dapat terus diwujudkan secara bersama-sama.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Wakatobi Eliati Haliana memberikan edukasi kepada para siswa tentang pentingnya menjadikan remaja sebagai investasi masa depan bangsa.
Ia mengajak para siswa untuk menjadi remaja yang tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki karakter, cerdas, terampil, produktif, berdaya saing serta mencintai daerahnya.
Dikatakan Eliati Haliana, Wakatobi memiliki potensi besar yang harus dikenali dan dijaga oleh generasi muda.
"Kecintaan terhadap Wakatobi harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga laut, melestarikan budaya serta mencintai dan mengembangkan potensi daerah. Remaja bukan sekadar kelompok usia, tetapi merupakan aset strategis bangsa yang akan menentukan nasib Indonesia di masa depan,” ujarnya.
Wanita yang juga Bunda Literasi Wakatobi itu menjelaskan, masa remaja merupakan fase transisi yang sangat penting karena pada masa tersebut perilaku dan karakter mulai terbentuk.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk membiasakan diri menerapkan nilai-nilai sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Ibu empat anak itu menuturkan, investasi kesehatan pada remaja hari ini merupakan salah satu investasi penting untuk mewujudkan Indonesia Sehat dan Indonesia Emas 2045.
"Rumah adalah sekolah pertama seorang anak dan orang tua adalah guru utama serta guru terbaik bagi anak. Sehingga kita sebagai anak wajib menghormati orang tua, meminta izin ketika hendak bepergian, menjaga sopan santun serta membangun kebiasaan positif sejak dini," tuturnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, dr. La Hija menerangkan, kesehatan remaja harus dipandang secara menyeluruh. Tidak hanya terbebas dari penyakit secara fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan kemampuan bersosialisasi secara produktif.
"Remaja merupakan bagian penting dalam mempersiapkan terwujudnya Indonesia Emas 2045, terlebih Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Karena itu, remaja harus dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang sehat, kompeten dan memiliki karakter positif," terangnya.
Kendati demikian, ia mengajak agar para siswa menerapkan prinsip Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya aktif melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, mengonsumsi makanan bergizi terutama buah dan sayur, tidak merokok, menghindari alkohol, mencukupi kebutuhan tidur, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan sanitasi yang baik.
“Jangan hanya melihat sehat itu dari fisiknya. Kesehatan juga mencakup mental dan sosial. Kami berharap edukasi yang diberikan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga," harapnya.
Kepala MAN 1 Wakatobi Ebiruddin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di sekolah yang ia pimpin tersebut. Tak menampik, kesehatan merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi fisik, mental dan karakter yang baik.
Menurutnya, kampanye kesehatan itu menjadi momentum yang sangat dibutuhkan madrasah untuk memberikan pemahaman langsung kepada para siswa mengenai pentingnya pola hidup sehat.
“Ini menjadi kegiatan yang sangat kami nantikan dan kami butuhkan dalam rangka mewujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang sehat,” katanya.
Di kesempatan itu ia juga menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari kebiasaan mengonsumsi makanan kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik akibat penggunaan telepon genggam, pola tidur yang tidak teratur hingga rendahnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga kondisi itu membutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah.
“Impian besar mewujudkan Generasi Emas 2045 tidak bisa kami wujudkan sendiri tanpa kolaborasi dan kerja sama dari semua insan, baik orang tua, masyarakat maupun pemerintah,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....