Pemkab Wakatobi Masif Sosialisasi Pelayanan Ambulans Kesehatan Gratis

  • 01 Jul 2026 06:23 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan sosialisasi mengenai layanan ambulans laut dan ambulans darat.

Kepala Dinas Kesehatan Muliadin Anis mengungkapkan, rujukan pasien dengan kondisi gawat darurat diberikan secara gratis dan seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah setempat melalui Program Merdeka Sehat.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi Muliadin Anis di ruang rapat Kantor Bupati Wakatobi, baru-baru ini.

Kata Muliadin, program Merdeka Sehat merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah yang bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya layanan rujukan dari desa dan puskesmas menuju RSUD Wakatobi maupun rumah sakit rujukan di luar daerah seperti Bau-Bau dan Kendari.

"Untuk pasien yang mengalami kondisi emergensi, tidak dipungut biaya dalam penggunaan ambulans laut maupun ambulans darat," terangnya.

Guna memaksimalkan pelayanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wakatobi telah menyiapkan tiga unit ambulans laut yang ditempatkan di Pulau Tomia, Kaledupa, dan Wangiwangi. Saat ini dua unit beroperasi, sementara satu unit di Kaledupa masih menjalani perbaikan.

Selain ambulans laut, lanjut Muliadin, pemerintah juga menyediakan ambulans darat di setiap puskesmas serta layanan Public Safety Center (PSC) 119 untuk mempercepat proses rujukan pasien yang membutuhkan penanganan segera.

Muliadin memaparkan, seluruh biaya operasional, mulai dari bahan bakar, tenaga medis hingga proses pendampingan pasien, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah selama pasien memenuhi kriteria emergensi berdasarkan indikasi medis.

"Kami tegaskan kembali bahwa penggunaan speed ambulans laut maupun ambulans darat untuk kasus emergensi tidak ada biaya tambahan dari pasien, mulai dari BBM-nya semua ditanggung, kemudian tenaga medisnya juga ditanggung oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan," paparnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan melengkapi tenaga medis dan fasilitas di RSUD Wakatobi. Saat ini rumah sakit daerah telah didukung sembilan dokter spesialis sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah rujukan ke luar daerah.

Dinkes Wakatobi juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui puskesmas, tenaga kesehatan desa, serta program Merdeka Sehat agar masyarakat memahami mekanisme penggunaan ambulans laut dan ambulans darat.

Direktur RSUD Kabupaten Wakatobi, dr. La Ode Ahmad Sam Junarta menyampaikan, rumah sakit terus berupaya meningkatkan pelayanan melalui pemenuhan sarana, prasarana, serta penambahan tenaga dokter spesialis, termasuk dokter bedah yang kini telah resmi bertugas setelah proses mutasi dari Puskesmas Ambeua ke RSUD selesai.

"Sekarang kami dari RSUD berkoordinasi dengan BPJS untuk memasukkan nama dokter tersebut di HFIZ BPJS supaya pasien-pasien BPJS bisa ditangani, mungkin besok sudah keluar HFIZ-nya itu karena kami sudah berproses," jelasnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....