Wakatobi Bergerak Jalankan Instruksi Presiden Soal Sampah
- 20 Mei 2026 13:47 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat koordinasi Gerakan Wakatobi Berseri secara hybrid di Gedung Dharma Wanita Wangiwangi, Selasa 19 Mei 2026.
Kegiatan itu merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, terkait penanganan sampah yang kini ditetapkan sebagai prioritas nasional.
Rapat tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (Asri) yang dicanangkan pemerintah pusat. Seluruh unsur pemerintah daerah, mulai dari perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, kepala sekolah hingga kepala puskesmas dilibatkan untuk memperkuat gerakan kebersihan lingkungan secara terpadu.
Pemerintah daerah juga terus mendorong pendekatan kompetisi antarkelurahan dan desa guna memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengatasi persoalan sampah secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi, Nadar, mengatakan, isu pengelolaan sampah menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Menurut Nadar, Presiden Prabowo secara khusus mengumpulkan seluruh kepala daerah, menteri, dan lembaga negara dalam rapat koordinasi nasional di Bogor untuk membahas persoalan sampah.
“Pak Presiden Prabowo sudah menegaskan bahwa penanganan sampah menjadi prioritas nasional,” ujarnya.
Nadar menjelaskan, arahan presiden tersebut kemudian diperkuat melalui surat edaran Menteri Dalam Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup yang meminta seluruh pemerintah daerah segera mengimplementasikan pengelolaan sampah secara serius dan berkelanjutan.
Bahkan, kata Nadar, pemerintah pusat mewajibkan pelaksanaan kerja bakti atau korve minimal dua kali dalam seminggu sebagai upaya membangun kembali budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau ada daerah yang tidak mampu mengimplementasikan pengelolaan sampah dengan baik, bisa dikenakan sanksi. Ini bukan hanya ditujukan kepada kepala daerah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua,” terangnya.
Nadar menyebutkan, sebelum gerakan Indonesia Asri diluncurkan pemerintah pusat, Kabupaten Wakatobi sebenarnya telah lebih dahulu merumuskan kebijakan daerah melalui program Wakatobi Berseri, akronim dari Bersih, Sehat, Lestari dan Indah.
Program tersebut bahkan telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) dan diperkuat dengan gerakan Jumat Bersih yang melibatkan seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan di Wakatobi.
"Gerakan itu bukan sekadar program seremonial, melainkan upaya membudayakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan," ungkapnya.
“Semangat gotong royong harus kembali kita bangkitkan demi menjaga Wakatobi yang kita cintai tetap bersih, sehat, dan indah,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....