Wakatobi Jadi Model Penguatan Perikanan Berkelanjutan Nasional
- 26 Apr 2026 11:29 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari- Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi sorotan nasional melalui pelaksanaan Lokakarya Program Peningkatan Daya Saing dan Integrasi Rantai Nilai Perikanan Tangkap Skala Kecil yang digelar pada 22-23 April 2026 di aula Hotel Wisata Wakatobi.
Kegiatan kolaborasi antara Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI dan Blue Ventures Indonesia ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang secara langsung dibuka oleh Bupati Wakatobi Haliana.
Lokakarya tersebut hadir sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan pangan akuatik, sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN). Pemerintah menilai sektor perikanan tangkap skala kecil memiliki peran besar dalam menyediakan sumber protein hewani nasional sekaligus menopang ekonomi masyarakat pesisir.
Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Maritim, Yanti Permatasari mengatakan, tantangan utama sektor perikanan saat ini bukan lagi hanya pada produksi, tetapi pada penguatan pasca tangkap, integrasi rantai nilai, dan akses pasar yang lebih lluas
"Penanganan hasil tangkapan yang belum optimal, keterbatasan rantai dingin, hingga minimnya diversifikasi produk masih menjadi hambatan utama bagi nelayan kecil untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapannya," ujarnya.
Dalam forum ini, sejumlah pemangku kepentingan dari kementerian, pemerintah daerah, koperasi nelayan, pelaku usaha, hingga komunitas pesisir duduk bersama membahas solusi kkonkret
Analis Pasar Hasil Perikanan Prasarana dan Sarana Ditjen PDSPKP KKP Hariono menyampaikan, salah satu fokus utama adalah penerapan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (STELINA) untuk menjamin kualitas, legalitas, dan akses pasar produk perikanan.
Selain itu, dibahas pula peluang integrasi hasil perikanan lokal ke dalam sistem distribusi pangan pemerintah, khususnya untuk mendukung pasokan Program Makan Bergizi Gratis.
Tidak hanya diskusi kebijakan, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Komanangi (Komunitas Nelayan Wangi-Wangi), SPPG Wakatobi, dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) Koperasi Padalleang Sama. Kunjungan ini menjadi ajang melihat langsung praktik baik pengelolaan pasca tangkap, pengolahan hasil perikanan, serta penguatan kelembagaan komunitas nelayan berbasis masyarakat.
Kepala Bidang Penguatan Daya Saing dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi Hardin menjelaskan, Blue Ventures Indonesia sebagai mitra strategis turut membawa pengalaman pendampingan komunitas pesisir yang berkelanjutan.
"Beberapa kelompok binaan seperti Komanangi dan Forkani dinilai berhasil menunjukkan praktik baik dalam penguatan kelembagaan, pengolahan hasil tangkapan, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas, paparnya di Wangiwangi Minggu 26 April 2026.
Ketua Koperasi Perikanan Samata Padakkaung Wakatobi Samran mengungkapkan, melalui kegiatan itu diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat tata kelola perikanan tangkap skala kecil, meningkatkan mutu produk, memperluas akses pasar.
"Serta membangun model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat pesisir. Wakatobi pun diproyeksikan menjadi salah satu model nasional dalam penguatan daya saing perikanan tangkap yang selaras dengan agenda swasembada pangan Indonesia," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....