Kemenag Siapkan Skema Murur dan Tanazul pada Peyelenggaraan Haji 2025
- 18 Apr 2025 10:53 WIB
- Kendari
KBRN,Kendari: Dalam upaya memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah menyusun berbagai persiapan teknis dan administrasi. Hal ini disampaikan langsung oleh Sunardin, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Kendari dalam Dialog Luar Studio RRI Kendari,Rabu,(16/04/2025).
Dalam dialog yang berlangsung di Kantor Kemenag Kota Kendari itu, Sunardin menegaskan bahwa pihaknya telah memulai sejumlah langkah strategis sejak awal tahun guna mengantisipasi perubahan regulasi dan peningkatan jumlah jemaah.
"Persiapan haji tahun 2025 ini sudah mulai kita rancang sejak awal , termasuk pembagian kloter, manasik haji yang lebih intensif, dan pendataan ulang jemaah yang tertunda keberangkatannya pada tahun-tahun sebelumnya," ujar Sunardin.
Ia juga menyampaikan bahwa skema tahun ini menerapkan skema murur dan tanazul sekaligus pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kepadatan saat puncak haji di Mina dan Muzdalifah.
" Murur adalah pelaksanaan mabit (bermalam) di Muzdalifah, usai wukuf di Arafah, dengan tetap di dalam bus bagi para lansia dan penyandang disabilitas. Mereka tidak turun seperti jemaah lain” tuturnya
Tujuannya, agar pergerakan mereka saat menuju Mina lebih gampang. Sedangkan tanazul adalah sistem yang memungkinkan sebagian jemaah tidak mabit di tenda Mina, melainkan kembali di hotel yang dekat dengan Jamarat (lokasi lempar jumrah). Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di Mina.
kebijakan murur dan tanazul ini telah dikaji. Selain itu, skema ini telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Arab Saudi dan disetujui ormas-ormas Islam besar di Indonesia.
“Skema ini membutuhkan petugas dengan energi ekstra, karena semua harus berjalan tepat waktu dan akurat,” ujar sunardin.
Sunardin berharap seluruh calon jemaah haji Kota Kendari dapat memanfaatkan waktu dengan mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan administratif. Ia juga menekankan pentingnya mengikuti seluruh tahapan manasik agar para jemaah memahami tata cara dan makna ibadah haji secara menyeluruh.
"Kita berupaya untuk menyediakan layanan yang lebih baik, termasuk penempatan petugas yang sesuai kebutuhan jemaah, dan pengawasan kesehatan yang lebih ketat sejak dari embarkasi," tambahnya.
Dialog ini menjadi bagian dari sinergi antara RRI Kendari dan Kemenag Kota Kendari dalam menyampaikan informasi penting kepada masyarakat, khususnya terkait pelaksanaan rukun Islam kelima yang dinanti oleh ribuan umat Muslim di Sulawesi Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....