BPS Sultra Rilis Indikator Strategis dalam Angka

  • 03 Feb 2026 14:04 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara merilis beberapa indikator strategis terkini terkait Inflasi, Nilai Tukar Petani, Ekspor dan Impor, Transportasi, Perkembangan Pariwisata serta Luas Panen dan Produksi Padi (Angka Tetap) 2025.

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Kurniawan, dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin 2 Februari 2026 menyebut indicator strategis seperti inflasi Year on Year (y-on-y) pada Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,10 persen. “Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 6,75 persen. Sedangkan , Inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 0,69 persen,” ungkapnya.

Selain itu, NTP (nilai tukar petani) Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 tercatat 103,78  atau mengalami peningkatan sebesar 0,23 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 103,54.

Demikian halnya dengan nilai ekspor Sulawesi Tenggara Desember 2025 mencapai US$328,08 juta atau naik 3,09 persen dibanding ekspor Desember 2024 yang tercatat US$318,26 juta. “Sedangkan nilai impor Sulawesi Tenggara Desember 2025 mencapai US$273,14 juta, naik 111,38 persen dibandingkan Desember 2024,” jelasnya.

Pihak BPS juga mencatat pada Desember 2025, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 60.397 orang, naik sebesar 4,08 persen dibandingkan November 2025 yang mencapai 58.030 orang.

Dibagian lain, jumlah penumpang angkutan laut domestik yang berangkat pada Desember 2025 tercatat 124.385 orang, naik sebesar 9,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 113.413 orang.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Sulawesi Tenggara pada Desember 2025 tercatat sebesar 38,62 persen atau mengalami penurunan 3,06 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya (November 2025) yang tercatat sebesar 41,68 persen.

Sementara itu, untuk luas panen padi pada 2025 mencapai 151,81 ribu hektare, mengalami peningkatan sebesar 21,81 ribu hektare atau 16,78 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 130,00 ribu hektare.

Produksi padi pada 2025 yaitu sebanyak 680,82 ribu ton GKG, mengalami peningkatan sebanyak 124,98 ribu ton atau 22,49  persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 555,84 ribu ton GKG,” terangnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....