Satgas Pungli Intensifkan Pembinaan Cegah Premanisme Pungutan Liar

  • 18 Jun 2025 20:27 WIB
  •  Kendari

KBRN,Kendari :Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 Kota Kendari terus menggencarkan upaya pembinaan dan monitoring demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bersih dari praktik premanisme serta pungutan liar.

Pada Jumat, 16 Juni 2025, Satgas Preemtif Ops Pungli melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pembinaan langsung kepada masyarakat di kawasan Pelabuhan Kendari-Wawonii. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan kepada warga untuk tidak terlibat dalam praktik premanisme maupun pungli yang dapat merugikan pengguna jasa pelabuhan dan menciptakan rasa tidak aman di ruang publik.

“Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di area pelayanan publik seperti pelabuhan,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi kegiatan.

Sementara itu, pada hari yang sama, Senin 16 Juni 2025, Satgas Samapta Preventif Pungli yang dipimpin oleh Iptu Abdul Rahman, S.H., melakukan monitoring di area Swalayan Senyum 5000, Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kecamatan Wua-Wua. Monitoring ini dilakukan menyusul laporan masyarakat mengenai dugaan pungli oleh oknum juru parkir.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan seorang juru parkir berinisial RA (18), warga Jalan KH. Ahmad Dahlan. Meskipun diketahui bahwa RA telah bekerja sama dengan pengelola swalayan dan mengantongi izin resmi dari Pemerintah Daerah, ia tidak menggunakan atribut resmi seperti rompi dan karcis parkir yang seharusnya menjadi standar operasional.

“Kami mengimbau kepada para juru parkir agar selalu mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk mengenakan atribut resmi. Ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dengan masyarakat dan menjaga transparansi layanan,” tegas Iptu Abdul Rahman.

Satgas Pungli Kota Kendari berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan rutin dan tindakan preventif di berbagai titik rawan pungli, termasuk pelabuhan, pasar, area parkir, dan fasilitas publik lainnya.

Melalui pendekatan edukatif dan monitoring yang intensif, Satgas berharap dapat membangun kesadaran kolektif demi terwujudnya Kota Kendari yang aman, bersih, dan bebas dari praktik-praktik pungutan liar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....