Waspada Telpon Dari Penipu, Bisa Kuras Rekening
- 12 Jun 2025 07:03 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Belakangan ini, semakin banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan melalui sambungan telepon. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari mengaku sebagai petugas bank, kurir, hingga pegawai instansi pemerintah.
Tak sedikit dari korban yang akhirnya kehilangan saldo rekening dalam jumlah besar hanya karena membagikan informasi pribadi. Fenomena ini perlu menjadi perhatian serius di tengah maraknya digitalisasi layanan keuangan.
Penipuan melalui telepon seringkali diawali dengan narasi yang meyakinkan. Penelpon bisa saja mengaku sebagai pihak bank yang memberitahu bahwa rekening korban sedang disalahgunakan, atau ada transaksi mencurigakan.
Dengan tekanan psikologis dan kepanikan, korban kerap diminta untuk segera memberikan data rahasia seperti PIN, OTP, atau kode keamanan, yang sebenarnya tidak boleh diberikan kepada siapa pun.
Menurut Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, pelaku penipuan memanfaatkan celah psikologis korban untuk mendapatkan akses ke akun keuangan.
“Ketika seseorang panik, logika bisa tumpul. Penipu memanfaatkan momen ini untuk menekan korban agar memberikan data penting seperti OTP atau PIN,” jelas Alfons dalam sebuah wawancara kepada media nasional.
Sementara itu, pihak bank juga mengingatkan nasabah agar lebih berhati-hati. “Kami tidak pernah meminta informasi sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP melalui telepon, SMS, atau email,” tegas Maria Ulfah, Head of Customer Experience di salah satu bank swasta nasional.
Ia menambahkan, edukasi berkelanjutan kepada masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penipuan ini.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap telepon yang mencurigakan.
Jika menerima panggilan dari seseorang yang mengaku dari instansi resmi dan meminta data pribadi, segera tutup telepon dan hubungi langsung layanan resmi lembaga tersebut.
Selalu jaga kerahasiaan data finansial Anda dan edukasi keluarga atau orang terdekat agar tidak menjadi korban berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....