Kenali Vishing Sebelum Terjebak

  • 12 Jun 2025 06:47 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Dalam era digital yang semakin maju, modus penipuan terus berevolusi seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satu metode yang kini marak terjadi adalah vishing—singkatan dari voice phishing.

Modus ini memanfaatkan telepon untuk menipu korban, dengan menyamar sebagai pihak berwenang seperti bank, instansi pemerintah, atau bahkan rekan kerja. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya vishing, sehingga rentan menjadi korban penipuan berbasis suara ini.

Vishing dilakukan melalui telepon dengan tujuan menggali informasi pribadi atau finansial korban, seperti nomor rekening, OTP, atau data identitas lainnya.

Pelaku biasanya berbicara dengan nada meyakinkan, kadang berpura-pura sebagai petugas bank yang menginformasikan adanya transaksi mencurigakan atau meminta verifikasi data untuk keperluan keamanan.

Padahal, informasi yang diberikan justru akan digunakan untuk membobol rekening atau melakukan tindak kejahatan lainnya.

Menurut Dr. Rina Widjaya, pakar keamanan siber dari Universitas Teknologi Nasional, “Banyak orang menganggap penelepon itu sah hanya karena terdengar profesional.

Padahal, pelaku vishing bisa melatih suara dan skrip mereka sedemikian rupa untuk meyakinkan calon korban.

Waspada dan jangan pernah memberikan informasi pribadi melalui telepon adalah langkah utama yang harus dipegang.” Dr. Rina juga menekankan bahwa edukasi publik sangat penting untuk menekan kasus vishing yang semakin meningkat.

Sementara itu, Yusuf Ardiansyah, penyelidik tindak kejahatan siber dari Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa “Sebagian besar korban vishing merasa terdesak dan takut karena pelaku memanfaatkan tekanan psikologis.

Mereka sering menyampaikan ancaman palsu, seperti pemblokiran rekening atau denda, agar korban segera menuruti permintaan.”

Ia menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya menunda respons dan melakukan verifikasi langsung ke institusi resmi sebelum mengambil tindakan apa pun.

Masyarakat perlu lebih waspada dan membekali diri dengan pengetahuan tentang modus-modus penipuan digital seperti vishing. Jangan mudah panik saat menerima telepon dari nomor tidak dikenal yang meminta data pribadi.

Verifikasi langsung ke pihak resmi dan hindari membagikan informasi pribadi melalui media apa pun tanpa kepastian. Dengan kewaspadaan dan edukasi yang tepat, kita dapat mencegah diri dan orang terdekat dari jebakan penipuan suara yang merugikan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....