Geliat KDMP Desa Napa: Bersiap Launching Agustus, Bidik Potensi Rumput Laut
- 20 Jun 2026 15:54 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Buton Tengah – Komitmen Pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus bergulir. Meski baru dijadwalkan launching secara administratif dan kelembagaan pada Agustus 2026 mendatang, Gerai Sembako KDMP Desa Napa di bawah pimpinan Ketua KDMP Rinto Agus Akbar, sudah mulai memperkenalkan diri kepada agen-agen besar. Langkah strategis ini mendapat atensi langsung dari tim Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sultra yang turun memantau kesiapan serta potensi Kekayaan Intelektual (KI) di desa tersebut.
Kepala Desa Napa, Abdul Aziz Ansar, menyambut positif pergerakan ini sebab tahapan pembentukan koperasi dilakukan melalui tiga fase krusial: pembentukan pengurus pada Juli lalu, peluncuran fasilitas/gedung yang saat ini menjadi gerai inisiatif pengurus, dan puncaknya adalah peresmian akhir pada Agustus nanti.
"Hingga saat ini, antusiasme warga sangat tinggi dengan tercatatnya lebih dari 200 anggota pengurus dan masyarakat yang diwajibkan bergabung dalam wadah koperasi ini," ungkap Abdul Aziz Ansar.
Ketua Tim Kanwil Kemenkum Sultra, Asnal Laipa, mengungkapkan kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memetakan komoditas unggulan Desa Napa yang potensial untuk dilindungi secara hukum melalui pendaftaran Kekayaan Intelektual.
"Kami melihat ada empat potensi besar yang ingin didaftarkan, yaitu agar-agar rumput laut, kelapa VCO (Virgin Coconut Oil), jambu mete, dan sektor peternakan. Dari keempatnya, agar-agar rumput laut menjadi produk yang paling menjamin dan memiliki nilai ekonomis tinggi untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal," ujar Asnal.
Namun, tantangan nyata masih dihadapi di lapangan. Saat ini, mata pencaharian utama mayoritas masyarakat Desa Napa adalah pencari rumput laut. Karena koperasi belum berjalan penuh dan belum mampu memberikan modal kerja, para produsen rumput laut dan agar-agar terpaksa menjual produk mereka ke tengkulak yang menguasai permodalan. Kondisi serupa terjadi pada sektor kelapa, di mana kelapa langsung dioper ke pengepul untuk dijadikan kopra, sementara produksi VCO mulai jarang akibat produsen tunggal (bukan kelompok) yang sibuk dan kalah bersaing dengan minyak jadi di pasaran.
Kendati demikian, optimisme tetap membubung. Gerai Sembako KDMP Desa Napa secara inisiatif telah membuka jaringan. Agen-agen besar seperti Pertamina dan Bulog bahkan telah menyatakan dukungannya dengan siap menyalurkan produk seperti gas, beras, hingga sembako. Sistem permodalan mandiri juga mulai dirancang melalui simpanan pokok anggota sebesar Rp100.000, simpanan wajib Rp10.000 per bulan, serta unit usaha simpan pinjam.
Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sultra, Topan Sopuan, memberikan apresiasi sekaligus dorongan kuat bagi percepatan penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat desa ini.
"KDMP Desa Napa memiliki fondasi komoditas yang sangat kuat, terutama di sektor rumput laut. Kami di Kanwil Kemenkum Sultra siap mengawal dari sisi legalitas dan perlindungan Kekayaan Intelektualnya. Begitu koperasi ini diresmikan di bulan Agustus dan administrasinya tertata, perlindungan KI atas produk lokal mereka akan menjadi 'perisai' yang melindungi hak para petambak sekaligus memutus ketergantungan modal dari pihak ketiga," tegas Topan Sopuan.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, momentum peresmian di bulan Agustus diharapkan menjadi titik balik bagi KDMP Desa Napa untuk berdaulat secara ekonomi dan mengelola potensi alamnya secara mandiri dan terlindungi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....