Gubernur Sultra Dorong Tata Kelola Pemerintahan Bebas Korupsi
- 29 Jan 2026 20:27 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mendorong penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur, Kamis, 29 Januari 2026.
Gubernur menyatakan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak serius terhadap penghambatan pembangunan di wilayah Sultra.
Praktik korupsi dinilai dapat menurunkan kualitas pelayanan publik hingga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
“Upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata,” ujar Andi Sumangerukka.
Gubernur menjelaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen dari tingkat provinsi hingga desa.
Sinergi antara masyarakat, penegak hukum, dan pemerintah sangat dibutuhkan guna mewujudkan tata kelola yang berintegritas di Sulawesi Tenggara.
Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sultra berhasil meraih nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) sebesar 83,54 persen.
Capaian tersebut masuk dalam kategori baik, namun Gubernur meminta kabupaten dan kota yang nilainya masih rendah untuk segera melakukan perbaikan.
Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan komitmen agar capaian nilai MCP di seluruh wilayah Sultra dapat meningkat secara merata.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sultra dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.
Kerja sama tersebut berkaitan dengan peningkatan keselamatan serta upaya penurunan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di daerah.
Gubernur menghubungkan kualitas pembangunan infrastruktur jalan dengan upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan.
Pembangunan yang tidak sesuai standar akibat praktik korupsi berpotensi mempercepat kerusakan jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Pemprov Sultra berkomitmen meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur jalan provinsi melalui pengawasan yang ketat,” tegas Andi Sumangerukka.