Pelari Pemula, Jangan Asal Lari

  • 12 Sep 2026 20:07 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Lari memang terlihat sebagai olahraga yang paling sederhana, tetapi tubuh tetap membutuhkan persiapan sebelum diajak berlari. Bagi pemula, tidak perlu langsung membeli banyak perlengkapan atau memaksakan jarak jauh, karena yang paling penting adalah membuat tubuh terbiasa bergerak secara bertahap.

Perlengkapan utama yang perlu disiapkan adalah sepatu lari yang nyaman dan ukurannya sesuai kaki. Sepatu sebaiknya tidak terlalu sempit, memberi ruang bagi jari-jari untuk bergerak, dan tidak menimbulkan rasa sakit ketika digunakan. Pakaian yang ringan dan tidak membuat gerah, kaus kaki yang tidak mudah bergeser, serta botol minum sudah cukup untuk memulai. Jam olahraga, earphone, running belt, hingga berbagai aksesori lainnya boleh digunakan, tetapi bukan kebutuhan wajib.

Sebelum berlari, tubuh juga perlu dipanaskan terlebih dahulu dengan berjalan santai atau gerakan dinamis selama beberapa menit. Pelari pemula dapat menggunakan pola sederhana seperti berjalan cepat beberapa menit, berlari pelan, kemudian kembali berjalan ketika napas mulai terasa berat. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas fisik sebaiknya dimulai secara perlahan dan ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh, sehingga pemula tidak perlu menjadikan jarak atau pace orang lain sebagai patokan.

Ada pula batas yang tidak sebaiknya dilanggar hanya demi mengejar target. Nyeri dada, pusing, sesak napas yang tidak biasa, merasa akan pingsan, atau nyeri tajam yang semakin berat merupakan tanda untuk berhenti, bukan sesuatu yang harus dilawan. Tubuh yang masih terasa sangat lelah setelah latihan juga membutuhkan waktu pemulihan, sehingga pemula tidak perlu memaksakan diri berlari setiap hari atau tiba-tiba meningkatkan jarak secara drastis.

Pada akhirnya, persiapan terbaik seorang pelari baru bukanlah perlengkapan paling mahal, melainkan kemampuan mengenali kondisi tubuh sendiri. Mulailah dengan jarak yang terasa masuk akal, beri tubuh waktu untuk beradaptasi, cukup tidur dan minum, lalu tingkatkan latihan sedikit demi sedikit. Dalam lari, kemampuan untuk berhenti sebelum tubuh benar-benar kelelahan justru merupakan bagian dari cara belajar menjadi pelari yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....