Bukan Cuma Harga, Ini Beda Nyata Pertalite dan Pertamax Bagi Mesin

  • 23 Jun 2026 14:54 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax hingga kini masih menjadi dua pilihan utama yang paling sering digunakan oleh pemilik kendaraan bermotor di Indonesia. Sebagian besar masyarakat umumnya hanya melihat perbedaan kedua jenis bahan bakar produksi Pertamina ini dari segi harga per liternya saja, tanpa menyadari adanya dampak teknis yang signifikan terhadap kinerja komponen mesin.

Memilih jenis bahan bakar yang tepat bukan lagi sekadar urusan menyesuaikan isi dompet harian, melainkan investasi jangka panjang terhadap keawetan kendaraan. Menggunakan BBM yang tidak sesuai dengan spesifikasi kompresi kendaraan dapat memicu penurunan performa secara bertahap hingga kerusakan mesin yang membutuhkan biaya perbaikan tidak sedikit.

Fenomena ketidakpahaman pemilik kendaraan dalam memilih jenis BBM yang ideal sering kali memicu berbagai masalah teknis. Banyak pengendara yang memaksakan penggunaan bahan bakar beroktan lebih rendah demi menghemat biaya, padahal kendaraan modern saat ini mayoritas telah dirancang untuk mengonsumsi BBM dengan kualitas pembakaran yang lebih bersih.

Dikutip dari laporan riset otomotif nasional yang dipublikasikan oleh OtoEngine Automotive Research (2025) mengenai efisiensi termal mesin, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan angka kompresi pabrikan memicu terjadinya gejala knocking atau mesin menggelitik pada 40% kendaraan uji. Laporan tersebut menegaskan bahwa dalam jangka panjang, pemaksaan ini dapat mempercepat keausan komponen piston dan menyumbang penumpukan kerak karbon di ruang bakar secara masif.

Bagi para pemilik kendaraan, sangat penting untuk memahami poin-poin perbedaan nyata antara Pertalite dan Pertamax di luar faktor harga demi menjaga performa kendaraan tetap optimal:

1. Angka Nilai Oktan (Research Octane Number)

Perbedaan paling mendasar terletak pada nilai oktan atau RON yang dikandungnya. Pertalite memiliki nilai RON 90, sedangkan Pertamax memiliki nilai RON 92. Semakin tinggi angka oktan, semakin tahan bahan bakar tersebut terhadap tekanan tinggi di dalam ruang bakar sebelum akhirnya percikan api dari busi menyalakannya.

2. Rasio Kompresi Mesin Kendaraan

BBM Pertalite dirancang khusus untuk kendaraan dengan mesin berkompresi rendah, yaitu di kisaran 9:1 hingga 10:1. Sementara itu, Pertamax diformulasikan untuk kendaraan modern yang memiliki rasio kompresi lebih tinggi, yaitu antara 10:1 hingga 11:1, guna memastikan proses pembakaran terjadi pada momentum yang paling tepat.

3. Kandungan Zat Aditif Pembersih

Pertamax dilengkapi dengan formula Ecosave Technology, yaitu zat aditif yang berfungsi sebagai pembersih bagian dalam mesin (detergency). Zat ini mampu melarutkan kerak karbon pada katup masuk dan injektor, berbeda dengan Pertalite yang tidak memiliki formula pembersih sekompleks itu sehingga lebih rentan meninggalkan residu sisa pembakaran.

Menyikapi perbedaan teknis ini, para pengendara di Kendari dan daerah lainnya diimbau untuk lebih cermat dalam membaca buku manual kendaraan masing-masing sebelum mengantre di SPBU. Mengisi bahan bakar sesuai dengan rekomendasi pabrikan merupakan cara paling bijak untuk mempertahankan efisiensi konsumsi bahan bakar harian.

Pada akhirnya, kesadaran memilih BBM yang tepat akan berdampak langsung pada masa pakai kendaraan itu sendiri. Berinvestasi pada bahan bakar dengan kualitas yang sesuai tidak hanya membuat tarikan mesin terasa lebih ringan dan responsif, tetapi juga menjaga nilai estetika mekanis kendaraan dari risiko kerusakan dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....