Pesona Klasik Fotografi Analog Kembali Digandrungi Generasi Z
- 25 Mei 2026 18:43 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kamera ponsel, tren fotografi analog justru kembali mencuri perhatian generasi muda, khususnya Generasi Z. Penggunaan kamera film, kamera saku lawas, hingga kamera digital saku (digicam) era awal 2000-an kini diburu karena dianggap mampu menghadirkan pengalaman memotret yang berbeda serta memiliki nilai artistik yang tidak ditemukan pada perangkat fotografi digital modern.
Dilansir dari ulasan tren gaya hidup di portal Kompas Lifestyle pada 14 Maret 2024, fenomena ini dipicu oleh keinginan anak muda untuk mendapatkan hasil foto yang lebih autentik. Efek visual seperti grainy, warna yang hangat (warm vintage), hingga ketidaksempurnaan cahaya menjadi daya tarik utama. Para pengguna merasa proses memotret dengan roll film yang terbatas membuat setiap momentum yang diabadikan terasa lebih bermakna dan penuh pertimbangan dibandingkan sekadar mengambil ribuan foto secara instan di ponsel.
Dikutip dari artikel tren hobi di laman IDN Times yang diunggah pada 28 Januari 2024, popularitas budaya retro di media sosial seperti TikTok dan Instagram turut mendongkrak permintaan kamera lawas. Banyak kreator konten mulai membagikan hasil foto analog yang memberikan kesan nostalgia dan emosional yang kuat. Ketidaksempurnaan hasil foto, seperti kebocoran cahaya (light leak) atau fokus yang sedikit kabur, justru dianggap sebagai identitas seni yang unik dan mencerminkan ekspresi kreatif yang berani bagi pemiliknya.
Berdasarkan laporan pasar barang antik di portal Liputan6 tertanggal 15 Februari 2024, permintaan terhadap kamera film bekas dan digicam lawas mengalami peningkatan signifikan di berbagai marketplace daring maupun toko fisik. Fenomena ini juga memicu lahirnya komunitas-komunitas fotografi analog baru di berbagai kota besar di Indonesia. Kehadiran komunitas tersebut menjadi wadah edukasi bagi pemula untuk mempelajari teknik pencahayaan manual serta proses pencucian film yang kini mulai kembali tersedia di laboratorium foto spesialis.
Menurut praktisi seni visual dalam program gaya hidup KBRN pada 25 Mei 2026, kebangkitan fotografi analog menunjukkan bahwa nilai estetika dan pengalaman emosional tetap memiliki tempat khusus di era digital. Masyarakat, khususnya generasi muda, disarankan untuk tetap bijak dalam memilih perangkat kamera bekas agar mendapatkan kondisi yang masih fungsional. Melalui hobi ini, setiap momen yang terdokumentasi diharapkan tidak hanya menjadi tumpukan data digital, tetapi menjadi sebuah cerita yang memiliki karakteristik dan sejarah tersendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....