5 Spot Mancing di Kendari Wajib Kamu Coba!
- 31 Jul 2025 14:44 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari : Memancing bukan sekadar hobi, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat Kendari. Dari kawasan pesisir hingga pemancingan buatan, aktivitas ini menyatukan relaksasi, kebersamaan, dan potensi ekonomi lokal. Berikut lima lokasi memancing yang direkomendasikan karena keunikan suasana, aksesibilitas, dan antusiasme komunitasnya.
1. Bat-Bat – Dekat Masjid Al-Alam
Batbat adalah area berbatu yang terbentuk sebagai jalan penghubung menuju Masjid Terapung Al-Alam. Tempat ini kini menjelma menjadi salah satu spot mancing paling digemari warga Kendari, terutama saat sore hari. Banyak pemancing datang untuk menangkap ikan kakap putih, kuwe, dan bahkan hiu muara yang sesekali muncul di perairan sekitar.
“Saya selalu datang ke Batbat saat libur kerja. Suasananya tenang, dan kadang dapat ikan besar,” ujar Ikra, pemancing lokal yang rutin mengunjungi lokasi tersebut. Selain sebagai tempat memancing, Batbat juga menjadi titik tongkrongan dan wisata ringan bagi warga yang ingin menikmati sunset di Teluk Kendari. Lokasinya mudah diakses dari perempatan RSUD Abunawas dan berada tepat di jalur keluar Masjid Al-Alam.
2. Anjungan Teluk Kendari
Anjungan Teluk Kendari menjadi salah satu spot favorit warga untuk memancing dari atas perahu atau dermaga. Teknik dasaran sering digunakan di sini untuk menangkap ikan juku eja, kakap merah, dan bontiti. Selain hasil tangkapan yang melimpah, suasana tenang dan pemandangan laut terbuka menjadikan tempat ini ideal untuk melepas penat.“Kalau sore, suasananya adem. Kadang saya dapat ikan cukup untuk lauk dua hari,” ujar Andi, pemancing lokal yang rutin datang ke Teluk Kendari.
3. Pelabuhan Kapal Cepat & Pelabuhan Kayu
Dua pelabuhan ini ramai dikunjungi pemancing, terutama saat malam hingga subuh. Teknik casting dan dasaran digunakan untuk memburu ikan baronang, kuwe, dan kerapu. Meskipun aksesnya terbuka, pemancing disarankan tetap menjaga kebersihan dan tidak mengganggu aktivitas pelabuhan.
4. Pemancingan Mangrove Brokoli
Terletak di Kecamatan Poasia, Mangrove Brokoli menawarkan enam kolam besar dengan berbagai jenis ikan air tawar. Tempat ini cocok untuk keluarga dan pemula yang ingin belajar memancing dalam suasana aman dan nyaman. Fasilitas lengkap dan suasana alami menjadi daya tarik utama.
5. Wisata Pemancingan & Kuliner AjengMart
AjengMart menggabungkan aktivitas memancing dengan kuliner lokal. Terletak di Puosu Jaya, tempat ini cocok untuk rekreasi keluarga. Pengunjung bisa menikmati makanan khas sambil menunggu umpan disambar ikan. Suasana estetis dan fasilitas lengkap menjadikan AjengMart sebagai destinasi akhir pekan yang menarik.
Memancing bukan sekadar aktivitas menangkap ikan—ia adalah interaksi langsung antara manusia dan alam. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan prinsip etika dalam setiap prosesnya, agar hobi ini tetap memberi manfaat tanpa merusak lingkungan atau merugikan sesama.
- Menghormati lingkungan sekitar: Pemancing diimbau untuk tidak membuang sampah ke perairan, menjaga kebersihan lokasi, dan tidak merusak ekosistem alami seperti hutan mangrove atau terumbu karang.
- Menggunakan alat pancing yang ramah: Hindari penggunaan bahan beracun, kail berlebih, atau teknik yang merusak habitat. Alat pancing sederhana seperti handlining dan dasaran sering kali cukup efektif tanpa membahayakan.
- Tidak menangkap ikan secara berlebihan: Ambil secukupnya, lepaskan yang masih kecil atau sedang bertelur. Prinsip catch and release mulai dianjurkan di spot-spot pemancingan yang ingin menjaga populasi ikan.
- Menghargai sesama pemancing: Beri ruang, hindari konflik titik pancing, dan jaga komunikasi yang sehat. Banyak komunitas lokal menerapkan prinsip gotong royong dan saling berbagi umpan atau teknik.
- Mengedukasi generasi muda: Memancing dapat dikenalkan sebagai sarana belajar tentang ekosistem, disiplin, dan konservasi. Kegiatan memancing bersama keluarga bisa menjadi ruang edukasi yang menyenangkan dan bermakna.
Dengan semakin tumbuhnya minat masyarakat terhadap aktivitas memancing di Kendari, penting untuk selalu menjaga dan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Memancing yang bertanggung jawab adalah kunci agar tradisi ini tetap hidup dan berdampak positif.
Lima spot yang telah disebutkan menjadi bukti nyata bahwa hobi ini mampu menyatukan tradisi, relaksasi, dan potensi wisata lokal. Melalui edukasi berkelanjutan, pemancingan bukan sekadar kegiatan melepas umpan, tetapi juga momentum menjaga alam dan memperkuat komunitas Kota Kendari.
(Penulis: Elhaiza Gq Situmeang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....